Mesin Negara Mulai Dibangun: Kawasan Legislatif–Yudikatif IKN Resmi Masuk Fase Konstruksi
📅 Sabtu, 06 Des 2025, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ M Ghofar
NUSANTARA – Akselerasi pembangunan kawasan Legislatif dan Yudikatif di IKN mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan fondasi kelembagaan negara segera beroperasi di pusat pemerintahan baru.
Percepatan ini tidak hanya bertujuan mengejar target pemindahan tahap awal, tetapi juga memperkuat legitimasi IKN sebagai pusat administrasi yang berfungsi penuh.
Pembangunan gedung DPR, lembaga peradilan, dan infrastruktur pendukungnya menjadi simbol hadirnya tata kelola pemerintahan yang efektif, sekaligus memberi sinyal kepastian kepada investor dan pelaku ekonomi bahwa transformasi IKN berjalan sesuai rencana.
Di sisi lain, akselerasi ini menuntut pengelolaan risiko yang lebih ketat, mulai dari kesiapan anggaran, kualitas konstruksi, hingga sinkronisasi antar-kontraktor.
Jika dirampungkan tepat waktu dan sesuai standar, kawasan ini akan menjadi katalis bagi percepatan aktivitas pemerintahan, investasi, dan pertumbuhan urban di IKN secara keseluruhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proyek pembangunan kawasan Legislatif dan Yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur kini sudah dalam fase konstruksi, setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan 20 paket kontrak untuk pembangunan tahap kedua periode 2025-2029.
Pada tahap kedua itu awalnya telah dilakukan penandatangan sebanyak 12 paket proyek di kawasan tersebut, sedangkan pada Kamis (4/12) dilanjutkan dengan penandatangan 8 paket kontrak kerja, sehingga total ada 20 paket yang ditandatangani, maka kini dilanjutkan tahap konstruksi.
"Sebanyak delapan kontrak yang ditandatangani pada Kamis, dua hari lalu, meliputi lima paket pekerjaan untuk bangunan gedung dan kawasan perkantoran legislatif yang terdiri atas 16 gedung di persil seluas 41,81 hektare (ha)," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono di Nusantara, Sabtu (6/12).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kontrak lain yang ditangani di hari yang sama adalah dua paket pekerjaan pembangunan gedung dan kawasan perkantoran yudikatif yang terdiri atas empat gedung, dibangun di atas persil seluas 15,15 ha.
Kemudian satu paket pekerjaan pembangunan kantor pendukung yang terdiri atas pembangunan Kantor Otorita IKN Tahap II sebanyak tiga gedung, dibangun di atas lahan seluas 2,9 ha, dan Kantor Polres IKN Tahap I sebanyak tiga gedung di atas lahan seluas 3,07 ha.
"Kami menekankan pentingnya kualitas dalam seluruh tahap pembangunan, estetika dan keberlanjutan lingkungan. Pembangunan tahap 2 ini harus lebih baik dari sebelumnya. Saya pikir pembangunan ini akan menjadi contoh untuk dunia," ujarnya.
Penandatangan kontrak yang dilakukan di IKN tersebut, lanjut ia, menggambarkan perkembangan penting dalam pembangunan kawasan Legislatif dan Yudikatif menuju ibu kota politik pada 2028, sekaligus memperkuat akselerasi tahap 2 pembangunan IKN.
"Hingga saat ini sudah 20 dari total 28 paket pekerjaan Tahap 2 (2025–2029) yang telah ditandatangani, terdiri dari 14 paket pembangunan fisik dan 6 paket manajemen konstruksi/ supervisi," katanya lagi.
Biaya pembangunan gedung dan kawasan Legislatif dan Yudikatif tersebut membutuhkan anggaran senilai Rp12 triliun yang dibayarkan dengan skema tahun jamak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!