Penajam Terhubung IKN, Jembatan Strategis Ini Butuh Anggaran Fantastis
📅 Rabu, 29 Apr 2026, 16:55 WIB | Oleh: Tim PenulisPENAJAM PASER UTARA – Kesiapan infrastruktur pendukung kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi faktor penentu dalam memastikan proyek ini tidak hanya berjalan secara simbolik, tetapi juga fungsional sejak tahap awal operasional.
Infrastruktur dasar seperti jalan akses, penyediaan air bersih, energi, telekomunikasi, hingga hunian bagi ASN dan pekerja konstruksi menjadi fondasi yang harus terintegrasi dan tepat waktu.
Dari perspektif ekonomi, percepatan pembangunan infrastruktur ini menciptakan efek pengganda (multiplier effect) melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di sekitarnya.
Namun, tantangan muncul pada sinkronisasi antarproyek dan konsistensi pendanaan, mengingat skala pembangunan yang besar dan melibatkan berbagai pihak, termasuk swasta.
Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi sorotan. IKN dirancang sebagai kota cerdas dan hijau, sehingga kesiapan infrastruktur tidak hanya diukur dari kecepatan pembangunan, tetapi juga dari penerapan prinsip ramah lingkungan dan efisiensi energi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanpa perencanaan yang matang dan koordinasi yang kuat, risiko bottleneck infrastruktur dapat menghambat target pemindahan fungsi pemerintahan secara bertahap.
Pembangunan jembatan Sungai Riko yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur, diperkirakan membutuhkan dana lebih kurang Rp1,2 triliun.
"Kesiapan infrastruktur sangat penting dan strategis mendukung kawasan IKN," ujar Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor, Rabu, ketika ditanya menyangkut rencana pembangunan jembatan Sungai Riko di Penajam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jembatan Sungai Riko itu sebagai akses jalan pendekat jembatan Pulau Balang menuju IKN melintasi Kelurahan Pantai Lango, Gersik, Jenebora, Buluminung hingga Kelurahan Penajam di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sehingga selain mempermudah akses menuju IKN, kata dia, jembatan Sungai Riko juga membuka akses menuju kawasan peruntukkan industri Buluminung dan Pelabuhan Benuo Taka Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan dana rintisan sebagai bentuk komitmen dan dukungan awal terhadap proyek pembangunan jembatan Sungai Riko di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam tersebut.
"Tetapi keterbatasan anggaran pemerintah kabupaten, pembangunan jembatan melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat," katanya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
menyediakan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk evaluasi (review) dokumen perencanaan teknis (detail engineering design/DED) dan pra studi kelayakan proyek (feasibility study/FS).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!