Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inspektorat Nyatakan Pengadaan Mobiler di Rumah Dinas Wagub Babel Langgar Aturan

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 13:50 WIB | Oleh:
Inspektorat Nyatakan Pengadaan Mobiler di Rumah Dinas Wagub Babel Langgar Aturan Doc: antara foto
Ket. Plt Inspektur Inspektorat Kepulauan Babel Imam Kusnadi dalam jumpa pers di Pangkalpinang, Selasa (10/3).

PANGKALPINANG - Inspektorat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan pengadaan mobiler rumah dinas Wakil Gubernur Kepulauan Babel melanggar peraturan keuangan daerah.

"Kami menegaskan Pemprov Kepulauan Babel tidak berkewajiban membayar maupun operasional kepada pihak penyedia barang-barang mobiler di rumdin wagub yang mencapai Rp800 juta lebih tersebut," kata Plt Inspektur Inspektorat Kepulauan Babel Imam Kusnadi dalam jumpa pers di Pangkalpinang, Selasa (10/3).

Ia menegaskan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen penuh menjaga tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Pemprov tidak dapat memproses pembayaran maupun menanggung biaya apapun pengadaan barang-barang tersebut, karena tidak memiliki dasar kontrak atau surat perintah kerja yang sah," katanya.

Selain itu, pengadaan mobiler rumdin Wagub Kepulauan Babel 2025 ini tidak dianggarkan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2025 dan tidak melalui pengadaan barang dan jasa yang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku.

"Penggunaan APBD untuk pembayaran pengadaan atau pemeliharaan dan operasional barang-barang ini melanggar aturan keuangan daerah," katanya.

Oleh karena itu, Pemprov Kepulauan Babel tidak memiliki kewajiban pembayaran maupun kewajiban operasional kepada penyedia barang-barang tersebut.

"Kami tidak tahu siapa pihak penyedia barang-barang ini, karena tidak ada perikatan dan tidak sesuai prosedur pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah provinsi," katanya.

Ia menyatakan atas temuan tersebut, Pemprov Kepulauan Babel telah mengeluarkan rekomendasi kepada pihak penyedia untuk segera menuntaskan status barang-barang tersebut untuk tidak terus membebani keuangan daerah ini.

"Kami melihat biaya pemeliharaan rutin, listrik dan biaya-biaya lainnya ada lonjakan, karena dari enam alat pendingin ruangan atau AC yang terpasang diganti menjadi 18 unit AC mengakibatkan adanya peningkatan biaya listrik yang cukup signifikan.

Apabila ini berlarut-larut, maka dikuatirkan Pemprov Kepulauan Babel yang mendapatkan predikat ke-2 terkait akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang diberikan KPK tidak bisa tercapai lagi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
    92:8 hanya berlaku ntk Bike Hemat saja, untuk ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Catat 235 Gempa Susula...
Nasional
Terus Bertambah! Gempa Dahs...
Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

Mengenaskan Jumlahnya Terus Bertambah! Korban Jiwa Gempa M7,7 Tembus 47 Orang hingga Sabtu Malam

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.