Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Madiun Petakan Daerah Rawan Kekeringan

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, BPBD Madiun Petakan Daerah Rawan Kekeringan Doc: Antara
Ket. Foto arsip. Tiga orang bocah berboncengan sepeda motor melintas di dasar Waduk Saradan yang mengering di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (30/10/2019).

Madiun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun melakukan pemetaan terhadap sejumlah wilayah setempat yang rawan mengalami kekeringan dalam menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi lebih panjang.

Sekretaris BPBD Kabupaten Madiun Ageng Kurnia Wijayanto di Madiun, Jawa Timur , Jumat (19/6), mengatakan wilayah potensi kekeringan dan kekurangan air bersih tersebut relatif banyak ditemukan di wilayah dataran rendah, seperti beberapa kawasan di Kecamatan Madiun.

"Wilayah rawan tersebut biasanya mengandalkan pasokan air dari sumber air tanah dan sungai yang kini mulai dipantau debit airnya secara berkala karena menyusut seiring puncak musim kemarau," ujar Ageng.

Selain pemetaan kekeringan, BPBD Kabupaten Madiun juga memberi perhatian khusus pada kawasan hutan karena rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurutnya, kini BPBD mulai mengalihkan fokus pada ancaman kekeringan dan kebakaran hutan yang diperkirakan meningkat mulai Juni hingga Agustus 2026 berdasarkan informasi dari BMKG.

"Selain pemetaan daerah rawan, Kami juga melakukan langkah kesiapsiagaan. Sarana dan prasarana sudah kami siapkan agar kebutuhan masyarakat maupun potensi bencana akibat kemarau dan kekeringan bisa dimitigasi sejak dini," katanya.

Untuk potensi kebakaran hutan dan lahan, wilayah Kecamatan Gemarang, Kare, dan Saradan menjadi kawasan yang mendapat perhatian lebih. Sebab, kawasan itu memiliki area hutan yang cukup luas dan rentan mengalami kebakaran saat musim kemarau.

"Kami sudah menyampaikan informasi untuk lebih memperhatikan kondisi wilayah masing-masing, terutama lahan tandus dan area yang berpotensi terjadi karhutla," kata dia.

Hingga pertengahan Juni 2026, BPBD mengaku belum menerima laporan signifikan terkait kekeringan, kekurangan air bersih, maupun kebakaran hutan yang berdampak besar. Meski demikian, masyarakat diminta aktif melaporkan setiap potensi kejadian agar dapat segera ditindaklanjuti.

Untuk mencegah karhutla, BPBD juga berkoordinasi dengan pihak Perhutani dan melakukan sosialisasi tentang larangan membakar lahan, baik untuk pertanian maupun aktivitas lainnya di kawasan hutan.

Selain itu, BPBD juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak selama musim kemarau. Warga diimbau mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan yang tidak mendesak dan lebih mengutamakan kebutuhan pokok sehari-hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.