Perluas Hutan Mangrove, Gubernur Khofifah Ajak Antisipasi Perubahan Iklim
📅 Jumat, 05 Des 2025, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini mengatakan, Jatim akan secara pro aktif melakukan aksi lingkungan untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim, seperti salah satunya bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir-akhir ini.
“Kami di Jatim bersama seluruh elemen dan lintas sektor tak kenal lelah berupaya menanggulangi perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Salah satu yang sangat masif kita lakukan adalah penanaman mangrove sebagai sumber cadangan carbon,” tegas Khofifah.
Di berbagai kegiatan, Khofifah secara aktif melakukan penanaman mangrove, pelepasan burung, pelepasan bibit kepiting dan ikan, serta edukasi terkait mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem lingkungan.
“Dalam empat tahun terakhir, luasan mangrove di Jawa Timur juga terus meningkat signifikan. Rata-rata penambahan lebih dari 900 hektare per tahun, dengan total kenaikan mencapai 3.618 hektare (setara 13,29 persen) sejak 2021,” jelasnya pada acara Penyerahan Apresiasi Pembina Proklim Tahun 2025 di Jakarta, Senin (1/12).
Demikian juga dengan semangat pengelolaan sampah rumah tangga dari sumbernya melalui program nasional bank sampah Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki 5.170 bank sampah yang menjadikan Provinsi dengan Bank Sampah terbanyak secara nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain memberikan manfaat ekonomi, sosial budaya, bank sampah berkontribusi didalam pengurangan pencemaran tanah dan air, sampah yang terkelola dengan baik tidak lagi tercecer, sehingga mencegah pencemaran tanah dan sumber air oleh zat-zat berbahaya dari sampah, mitigasi perubahan iklim: penimbunan sampah organik dan anorganik di tpa menghasilkan gas metana (CH4), yang merupakan gas rumah kaca sangat kuat (25 kali lebih efektif memerangkap panas daripada karbon dioksida (CO2). Dengan memilah dan mengurangi sampah ke TPA, bank sampah turut mengurangi emisi metana dan karbon diokasida tersebut.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi Jawa Timur dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan hidup.
"Melalui program Mangrove Lestari, kita berkomitmen memperkuat ketahanan lingkungan dan berkontribusi nyata terhadap target Net Zero Emission 2060. Ini adalah ikhtiar Jawa Timur untuk menjaga bumi agar tetap lestari bagi generasi mendatang," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cara ini penting untuk mengurangi emisi, menghasilkan oksigen lebih banyak, dan menekan dampak perubahan iklim dan mitigasi bencana seperti banjir, longsor dan kekeringan, sesuai dengan P.84 tahun 2016 tentang Program Kampung Iklim dan Keputusan Menteri LH Nomor 1679 tahun 2024 tentang Rekonseptualisasi Program Komunitas untuk Iklim.
"Setiap individu dapat berkontribusi dalam mitigasi dengan cara mengurangi penggunaan kantong plastik, tidak membuang sampah sembarangan, membatasi penggunaan kendaraan bermotor, menggunakan sarana transportasi umum, hemat listrik dan air, serta menanam pepohonan," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!