Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Likuiditas Longgar, Kredit Tetap Seret: Bank Mandiri Bongkar Biang Keladi

📅 Rabu, 03 Des 2025, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Likuiditas Longgar, Kredit Tetap Seret: Bank Mandiri Bongkar Biang Keladi Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Gedung Bank Mandiri.

JAKARTA – Perbaikan likuiditas perbankan belum otomatis mendorong percepatan penyaluran kredit. Sejumlah faktor masih menjadi penahan, mulai dari permintaan kredit yang belum pulih merata, preferensi korporasi untuk menunda ekspansi, hingga tingginya aversi risiko bank di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, pengetatan regulasi kehati-hatian dan kebutuhan permodalan tambahan turut membatasi ruang perbankan untuk memperbesar portofolio kredit.

Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas likuiditas saja tidak cukup; diperlukan penguatan sisi permintaan dan iklim usaha agar intermediasi perbankan dapat kembali optimal.

Tim Ekonom Bank Mandiri mengungkapkan sejumlah faktor yang masih menghambat penyaluran kredit meski kondisi likuiditas perbankan mulai membaik.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro dalam paparan Macro Economic Outlook Q4 2025 di Jakarta, Rabu (3/12), menjelaskan pelaku usaha masih bersikap wait and see akibat ketidakpastian ekonomi global maupun domestik. Selain itu, porsi kredit yang telah disetujui namun belum dicairkan (undisbursed loan) masih tinggi di kisaran 25–29 persen.

Menurut laporan Office of Chief Economist Bank Mandiri, kredit modal kerja, yang mendominasi 53 persen portofolio kredit, juga mengalami perlambatan karena pelaku usaha menunda ekspansi di tengah outlook ekonomi belum solid.

Di sisi lain, suku bunga kredit tidak turun secepat BI Rate, sehingga minat kredit tetap rendah.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil turut membuat bank lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan dan lebih memilih debitur berisiko rendah.

Segmen UMKM juga masih mengalami tekanan sehingga kontribusinya terhadap pertumbuhan kredit dari sektor ini belum optimal.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa banyak perusahaan memilih melunasi pembiayaan internal dibanding mengajukan kredit baru.

Meski demikian, Andry optimistis prospek penyaluran kredit akan membaik.

Ia menilai stabilitas geopolitik global, pelemahan dolar AS, serta pelonggaran moneter domestik diperkirakan akan mendukung arus modal dan permintaan kredit. Perbaikan belanja pemerintah dan inflasi yang tetap dalam target Bank Indonesia juga menjadi faktor pendorong daya beli dan kredit konsumsi.

“Memasuki 2026, arah kebijakan pemerintah sudah semakin terang. Sepanjang semester II 2025, kebijakan yang ditempuh terlihat jelas, sehingga memasuki 2026 sudah ada kejelasan,” kata Andry.

Ia berharap konsistensi kebijakan fiskal pemerintah sepanjang semester II 2025 dapat menjadi dorongan bagi ekspansi kredit ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai Apple bukan utk diperbaiki, rusak buang, ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Olahraga
Borussia Dortmund Tak Sangg...
Nasional
Presiden  Sampaikan Pidato ...
Daerah
Hadapi Lonjakan Penumpang, ...
Nasional
KPK Periksa Pejabat Bulog, ...
Presiden  Sampaikan Pidato Pada Sidang Tahunan MPR

Presiden Sampaikan Pidato Pada Sidang Tahunan MPR

15 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.