Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Uni Emirat Arab Pasok Milisi di Yaman dan Sudan Artileri Berdaya Tembak 40km

📅 Senin, 01 Des 2025, 09:45 WIB | Oleh:
Uni Emirat Arab Pasok Milisi di Yaman dan Sudan Artileri Berdaya Tembak 40km Doc: Istimewa
Ket. Senjata Tiongkok memiliki jarak tembak sepanjang 40 kilometer, dan dapat menggunakan berbagai jenis amunisi.

ABU DHABI - Uni Emirat Arab baru-baru ini memasok howitzer AH4 155mm buatan Tiongkok ke kelompok paramiliter Brigade Raksasa Selatan di Yaman, menandai beberapa pengadaan peralatan terbaru dari Tiongkok oleh negara Arab kaya minyak untuk melengkapi aktor non-negara di luar negeri. AH4 baru-baru ini juga dipasok ke kelompok pemberontak Pasukan Dukungan Cepat di Sudan, yang saat ini berperang dengan pemerintah Sudan, di samping pasokan berbagai sistem pertahanan udara. 

Dari Military Watch, Uni Emirat Arab adalah satu-satunya operator negara asing yang dikonfirmasi dari AH4, meskipun masih belum pasti apakah ini diperoleh terutama untuk melengkapi kelompok-kelompok non-negara asing, atau apakah mereka juga telah melihat layanan yang signifikan dalam angkatan bersenjata negara Teluk. Adopsi peralatan yang lebih kompleks di Sudan dan Yaman telah difasilitasi oleh pengiriman tentara bayaran dari luar negeri, termasuk dari Ukraina, Kolombia dan Australia, yang juga telah dibiayai oleh Abu Dhabi.

AH4 diproduksi oleh manufaktur pertahanan milik negara Tiongkok, Norinco, dan merupakan howitzer bertutang 155mm yang ringan dan relatif dasar yang dirancang dengan mobilitas taktis tingkat tinggi.  Desain 4,5 ton yang ringan memiliki kesamaan yang signifikan dengan howitzer ringan M777 yang diproduksi oleh BAE Systems, yang telah dipasok dalam jumlah yang signifikan ke Angkatan Darat Ukraina dan terbukti secara signifikan lebih dapat diandalkan daripada sistem artileri yang dirancang Eropa. Senjata Tiongkok memiliki jarak tembak sepanjang 40 kilometer, dan dapat menggunakan berbagai jenis amunisi. 

Meskipun Tiongkok memberikan otonomi yang signifikan kepada klien dalam penggunaan peralatannya, kedua upaya perang yang disponsori oleh Abu Dhabi telah merusak kepentingan mitra strategis Beijing di Timur Tengah dan Afrika Timur, menimbulkan pertanyaan mengenai apakah Tiongkok akan berusaha untuk membatasi pengadaan peralatannya untuk mendukung kelompok-kelompok non-negara seperti Pasukan Dukungan Cepat dan Brigade Raksasa Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

48 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.