Trump Ultimatum Maduro: Mundur atau Hadapi Kekuatan Militer
📅 Minggu, 30 Nov 2025, 19:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Antara
Moskow - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menggunakan kekuatan jika Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak mundur secara sukarela.
Ancaman itu disampaikan Trump dalam pembicaraan telepon dengan Maduro pekan lalu, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip sejumlah sumber yang memahami masalah tersebut.
Sebelumnya, New York Times melaporkan bahwa Trump dan Maduro berbicara lewat telepon pekan lalu dan sempat membahas kemungkinan pertemuan bilateral, meski belum ada rencana konkret.
Sumber surat kabar itu menyebut pembicaraan tersebut berlangsung pada akhir pekan lalu dan dihadiri Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.
Dalam percakapan itu, Trump menyampaikan bahwa jika Maduro tidak bersedia mundur, Washington akan mempertimbangkan pilihan lain, termasuk penggunaan kekuatan. Informasi ini disampaikan media tersebut dengan merujuk pada sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Sabtu (29/11), Trump meminta seluruh maskapai penerbangan agar menganggap wilayah udara di atas dan sekitar Venezuela sebagai area tertutup.
AS berdalih kehadiran militernya di kawasan Karibia bertujuan memerangi perdagangan narkoba. Pada September dan Oktober, Washington beberapa kali mengerahkan angkatan bersenjata untuk menghancurkan kapal yang diduga membawa narkoba di lepas pantai Venezuela.
NBC, Kamis, melaporkan bahwa militer AS sedang menyiapkan opsi untuk menyasar jaringan perdagangan narkoba di wilayah Republik Bolivarian tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 3 November, Trump menyatakan bahwa masa jabatan Maduro sebagai pemimpin Venezuela tinggal menghitung hari, namun menegaskan bahwa AS tidak berniat mengobarkan perang terhadap negara itu.
Caracas menilai tindakan-tindakan tersebut sebagai provokasi yang bertujuan mengguncang stabilitas kawasan dan melanggar kesepakatan internasional terkait status Karibia yang demiliterisasi dan bebas nuklir.
Langkah Maduro
Sementara itu, Venezuela akan menerapkan langkah khusus mengatur keberangkatan dan kepulangan warga negaranya di tengah pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang penutupan wilayah udara di atas negara tersebut, ujar Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Minggu 30/11).
Pemerintah AS memenuhi permintaan pemimpin oposisi Venezuela Maria Machado yang mencoba memblokir wilayah udara Venezuela, ujar Rodriguez melalui Telegram.
Menanggapi agresi ini, Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah memerintahkan rencana khusus untuk kepulangan warganya yang terlantar di negara lain, serta memfasilitasi rute keberangkatan bagi mereka yang perlu bepergian ke luar wilayah kami, tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!