Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekda: Banjir Bandang Padang Panjang Tahun Ini Berbeda dari Kejadian 2024

📅 Minggu, 30 Nov 2025, 18:08 WIB | Oleh:
Sekda: Banjir Bandang Padang Panjang Tahun Ini Berbeda dari Kejadian 2024 Doc: ANTARA/Fandi Yogari
Ket. Kondisi sungai dan jalan nasional yang putus akibat disapu banjir bandang di Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, Minggu (30/11).

KOTA PADANG PANJANG - Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, Sonny Budaya Putra mengungkapkan banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 berbeda dengan kejadian banjir bandang 12 Mei 2024.

"Kejadian Mei 2024 aliran banjir bandang berasal dari sebelah kanan dan ini sebetulnya yang diwaspadai masyarakat," kata Sonny di Kota Padang Panjang, Minggu (30/11).

Menurut dia masyarakat tidak menyangka banjir bandang dan tanah longsor justru terjadi dari Sungai Aia Putiah yang berhulu dari pegunungan Bukik Tuih yang menghantam kawasan jembatan kembar serta menyapu permukiman penduduk.

Ia menyebut banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan jembatan kembar merupakan peristiwa pertama di daerah itu.

"Kita tidak menyangka ternyata banjir bandang itu datangnya dari sebelah kiri," ujar dia.

Ia mengatakan pemerintah daerah bersama pihak terkait akan menyelidiki atau mencari tahu penyebab banjir bandang tersebut. Namun, untuk saat ini fokus pemerintah bersama Tim SAR gabungan dan relawan adalah pada pencarian korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan penyintas banjir, serta perawatan korban selamat.

Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Silaiang Bawah Kota Padang Panjang Nurmiati Amin mengatakan pada awal kejadian sebanyak 40 orang dilaporkan hilang.

"Dari 40 itu baru 12 yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia hingga pukul 23.00 WIB. Artinya masih ada 28 orang harus dicari," sebutnya.

Di posko pengungsian tercatat 101 warga Padang Panjang ditambah 17 warga Kabupaten Tanah Datar yang masih mengungsi. Untuk pengobatan para penyintas pemerintah setempat menyiapkan dokter dan para medis agar penanganan bisa secepatnya dilakukan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Pak presiden yg terhormat tolong cek ricek hasil ...
    92:8 hanya berlaku ntk Bike Hemat saja, untuk ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

4 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Catat 235 Gempa Susula...
Nasional
Terus Bertambah! Gempa Dahs...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.