Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Diminta Cermati Gempa Susulan Pascagempa 6,4 Magnitudo yang Mengagetkan Warga Sinabang

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 12:52 WIB | Oleh:
Warga Diminta Cermati Gempa Susulan Pascagempa 6,4 Magnitudo yang Mengagetkan Warga Sinabang Doc: ist
Ket. gempa bumi

MEDAN – Masyarakat berhamburan keluar rumah saat terjadi gempa besar 6,4 magnitudo di wilayah barat laut Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, pada hari Kamis siang ini. Sebagaimana informasi yang diekspose dari laman BMKG di Jakarta itu menyatakan pada pukul 11.56 WIB terdeteksi pusat gempa berada di koordinat 2,72 derajat Lintang Utara (LU) dan 95,85 derajat Bujur Timur (BT) , atau sekitar 63 kilometer barat laut Sinabang dengan kedalaman 18 kilometer.

BMKG menyampaikan data disampaikan pada tahap awal segera setelah kejadian sehingga masih dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data yang lebih lengkap. “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah,” demikian keterangan BMKG.

Wilayah Aceh dan sekitarnya merupakan kawasan rawan gempa karena berada pada zona subduksi Megathrust yang aktif, sehingga BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Namun hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan otoritas terkait mengenai dampak yang ditimbulkan gempa tersebut.

Tak Berpotensi Tsunami 

Sementara itu,  Gempa bumi tektonik yang terjadi pada hari Kamis pukul 02.54.23 WIB di wilayah Pantai Barat Daya Nias Barat, Sumatera Utara (Sumut), dengan Magnitudo 5,0 tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya yang diterima di Medan, Kamis, mengatakan dari hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,82 derajat Lintang Utara (LU) dan 96,83 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 71 km arah barat daya Nias Barat, Sumatera Utara pada kedalaman 15 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kata dia, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik.

Berdasarkan analisis hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan gempa bumi itu menimbulkan guncangan di daerah Afulu, Nias Utara, dan Sirombu, serta Nias Barat dengan skala intensitas III - IV MMI, atau pada siang hari seperti dirasakan orang banyak dalam rumah.

Sedangkan di daerah Lahewa, Nias Utara, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI, dimana getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hingga saat ini, kata dia, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Harga Emas Ngulet Rp18.000

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Harga Emas Ngulet Rp18.000
Megapolitan
Disdik DKI: SPMB di Jakarta...
Olahraga
Folarin Balogun
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.