Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepri International Art & Culture 2025, Strategi Kepri Kenalkan Budaya Melayu ke Dunia

📅 Rabu, 26 Nov 2025, 07:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepri International Art & Culture 2025, Strategi Kepri Kenalkan Budaya Melayu ke Dunia Doc: Antara Foto
Ket. Ribuan warga memadati ajang Kepri International Art & Culture 2025 di halaman Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri di Kota Tanjungpinang

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan event Kepri International Art & Culture 2025 merupakan ajang memperkenalkan budaya Melayu ke panggung internasional.

"Ajang ini salah satu kalender pariwisata yang akan digelar secara rutin setiap tahun, dan menjadi agenda budaya kebanggaan masyarakat Kepri," kata Gubernur Ansar saat membuka ajang Kepri International Art & Culture di halaman Gedung Lembaga Adat Melayu Kepri di Kota Tanjungpinang, Selasa malam.

Ansar juga menyebut ajang ini bertujuan menjaga, melestarikan serta memperkenalkan budaya Melayu Kepri yang bersandingan dengan berbagai budaya lainnya.

Acara ini mengangkat tema "Semangat Melayu" melibatkan berbagai peserta dari empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam, serta berbagai provinsi di Indonesia. Event berlangsung hingga 29 November 2025.

Ansar menambahkan festival ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan sebuah panggung strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai luhur dan warisan budaya Melayu kepada dunia internasional, sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.

Dia turut menyoroti peran penting acara ini sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Dengan menempatkan ekonomi kreatif (Ekraf) dan industri pariwisata sebagai bagian inti.

Gubernur berharap terjadi perputaran ekonomi yang signifikan dan memberikan dampak positif langsung bagi UMKM, seniman, serta pelaku industri pariwisata di Kepri.

“Ini adalah upaya nyata menggabungkan pelestarian budaya dan kemajuan ekonomi,” ujarnya pula.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Ansar Ahmad turut meluncurkan pembangunan Monumen Bahasa Indonesia di Pulau Penyengat yang mulai dibangun 2026 dan ditargetkan rampung akhir 2027.

Selain itu, Ansar juga meluncurkan kalender pariwisata 2026 yang terdiri atas 75 event wisata tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri.

Ribuan warga tampak memadati ajang Kepri International Art & Culture 2025 yang dimeriahkan dengan parade tari, pantun, animasi gurindam, pawai budaya serta ditutup pertunjukan hiburan artis ibu kota Wali Band. Acara dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganseha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.