Bersejarah! Kemenag Satukan Perayaan Natal Nasional Kristen dan Katolik di 2025
📅 Rabu, 26 Nov 2025, 20:10 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Willi Irawan
JAKARTA - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perayaan Natal Kementerian Agama 2025 akan menjadi ruang kebersamaan bagi umat Kristen dan Katolik.
Untuk pertama kalinya, kedua denominasi dipertemukan dalam satu ibadah oikoumene, sebagai simbol persaudaraan dan komitmen negara merawat kerukunan beragama.
“Selama ini saya melihat umat Katolik dan Kristen menyelenggarakan perayaan secara sendiri-sendiri. Kenapa enggak disatukan menjadi satu kesatuan supaya nanti kaumnya bisa terasa lebih kebersamaan,” ujar Menag di Surabaya, Rabu.
Nasaruddin mengatakan penyatuan ruang perayaan dapat memperkuat relasi persaudaraan tanpa mencampuradukkan ritual keagamaan. Ia menekankan bahwa kebersamaan tersebut tidak berarti umat beragama lain ikut serta dalam prosesi ibadah.
“Jadi, Natal bersama jangan diartikan bahwa semuanya nanti kita akan ikut bareng-bareng di situ. Kita sudah ada petunjuk dari Majelis Ulama, dalam bidang apa kita harus join dan dalam bidang apa kita harus berpisah. Jadi, tidak ada masuk-masuk kita itu untuk melakukan ritual keagamaan bareng. Itu tidak,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mencontohkan suasana Lebaran dimana umat beragama lain hadir untuk bersilaturahim meski tidak ikut dalam ritual shalat Id.
Dia berharap perayaan Natal Nasional Kemenag 2025 memancarkan pesan damai, persaudaraan dan cinta kasih bagi seluruh anak bangsa, sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam merawat kerukunan dan keberagaman yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa format ibadah bersama ini menjadi simbol persatuan iman dalam bingkai kerukunan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ibadah bersama Kristen dan Katolik ini menggambarkan semangat persaudaraan yang mengatasi batas denominasi. Kita ingin menunjukkan bahwa perbedaan tradisi bukanlah jarak, melainkan kekayaan iman yang dapat dirayakan bersama,” ujarnya.
Sementara Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Suparman menambahkan bahwa penyelenggaraan Natal Kemenag merupakan bentuk pemenuhan hak beragama bagi seluruh pegawai dan masyarakat yang menjadi bagian dari kementerian ini.
“Kemenag memiliki pegawai Kristen dan Katolik dari pusat sampai daerah. Mereka berhak merayakan ibadah agamanya bersama keluarga dan komunitasnya,” ujarnya.
Puncak Natal akan turut dihadiri pimpinan gereja nasional, antara lain Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), Gereja Ortodoks Indonesia, dan Persekutuan Gereja Tionghoa Indonesia.
Rangkaian Natal Kemenag telah dimulai sejak 23 November 2025 melalui peluncuran kegiatan Natal dan Jalan Sehat Lintas Agama di Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan safari Natal di Surabaya, Manado, Sorong, dan Bandung.
Puncak perayaan menghadirkan paduan suara gereja, refleksi Natal, sambutan tokoh agama, serta pesan kerukunan dari Menteri Agama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!