MPTree: Pohon Cair Berbasis Mikroalga yang Setara 16 Pohon Dewasa Diluncurkan
📅 Selasa, 25 Nov 2025, 18:07 WIB | Oleh: Haryo BronoSetelah uji lapangan terbukti efektif, dalam waktu dekat Semen Merah Putih akan segera memasang satu unit MPTree selanjutnya di Plant Jatiasih, Bekasi pada Desember yang akan datang. Langkah ini disebut menunjukkan langkah proaktif dan strategis Semen Merah Putih menerapkan solusi canggih ini di wilayah operasionalnya.
Penyerapan karbon yang dilakukan dikalim telah memberi dampak positif langsung pada kualitas udara masyarakat sekitar. Kepeloporan ini menegaskan peran industri konstruksi bukan hanya sebagai pemenuh kebutuhan material, tetapi juga sebagai bagian integral dari solusi iklim nasional.
Head of Marketing Semen Merah Putih (PT. Cemindo Gemilang Tbk), Nyiayu Chairunnikma menyatakan bahwa posisi Semen Merah Putih sebagai pelopor industri hijau ditegaskan oleh bukti sains dan investasi yang nyata. Dengan inovasi MPTree, perusahaan menegaskan komitmen Net Zero Emission melalui implementasi di infrastruktur produksi dan wilayah publik, untuk mengubah emisi menjadi solusi yang berkelanjutan.
"Kami meyakini pemosisian usaha berkelanjutan haruslah dilengkapi dengan bukti. Inovasi MPTree membuktikan bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan adalah prioritas kami, dan target Net Zero Emission kami didukung oleh sains dan investasi teknologi yang berani. Dengan rencana implementasi di Bekasi, kami menegaskan posisi kami sebagai pelopor industri yang mengubah emisi menjadi solusi berkelanjutan," jelas Ayu pada kesempatan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penciptaan Nilai Tambah Melalui Ekonomi Sirkular
Inovasi MPTree juga memiliki potensi melampaui mitigasi emisi. Setelah CO2 terserap, sistem ini berhasil menyimpan karbon hingga total 91,7%, yang terbagi menjadi Karbon Biomassa Kering sebesar 13,5% dan Karbon Terlarut sebesar 78,2%. Biomassa kering yang dihasilkan ini, yang merupakan mikroalga itu sendiri, membuka peluang untuk diolah lebih lanjut.
Dalam skema ekonomi sirkular, biomassa ini berpotensi besar untuk diubah menjadi biofertilizer (pupuk hayati) untuk pertanian, atau bahkan dikembangkan menjadi biofuel sebagai sumber energi terbarukan di masa depan. Dengan demikian, Semen Merah Putih tidak hanya menghilangkan limbah, tetapi secara harfiah mengubahnya menjadi komoditas bernilai ekonomi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komisaris Utama Algaepark Indonesia Mandiri Is Heriyanto, menjelaskan perspektif ilmiah dari proses sinergi sains dan industri yang menjadikan MPTree istimewa. Menurutnya, inovasi tersebut berhasil menciptakan ekosistem sirkular.
Emisi yang sebelumnya dianggap polutan kini dapat diubah menjadi biomassa yang bernilai tambah. Ia menyimpulkan bahwa model MPTree menunjukkan secara nyata bagaimana tantangan lingkungan dapat ditransformasi menjadi peluang ekonomi hijau yang berkelanjutan.
“Kami menciptakan ekosistem sirkular, di mana emisi yang sebelumnya dianggap polutan kini diubah menjadi biomassa bernilai tambah. Inovasi ini adalah model yang menunjukkan bahwa masalah lingkungan dapat diubah menjadi peluang ekonomi hijau yang berkelanjutan,” papar Heriyanto.
Kolaborasi Semen Merah Putih dan Algaepark Indonesia melalui MPTree adalah bukti nyata bahwa sektor swasta Indonesia memiliki kemampuan dan komitmen untuk menghadirkan solusi bioteknologi yang transformatif.
Inovasi tersebut menjadi harapan baru dalam upaya dekarbonisasi dan mitigasi polusi, sekaligus memberikan optimisme bagi masa depan konstruksi yang lebih hijau dan kota yang lebih sehat. Semen Merah Putih sendiri berkomitmen untuk terus mengembangkan riset dan implementasi MPTree sebagai bagian dari dedikasinya pada lingkungan dan masyarakat Indonesia.
"Bagi Semen Merah Putih, usaha berkelanjutan adalah salah satu inti bisnis yang kami wujudkan lewat bukti ilmiah konkret. Inovasi MPTree yang terbukti setara dengan 16 pohon, menegaskan niatan kami sebagai pelopor yang mengubah emisi menjadi solusi lestari. Ini adalah komitmen jangka panjang Semen Merah Putih demi masa depan konstruksi yang lebih hijau dan kota yang lebih sehat," tambah Nyiayu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!