Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Hanya Rawon, Warga Seattle Kini Mulai Gemari Kelezatan Tempe Asli Indonesia

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 22:02 WIB | Oleh:
Tak Hanya Rawon, Warga Seattle Kini Mulai Gemari Kelezatan Tempe Asli Indonesia Doc: AFP

JAKARTA - Para pencinta dan pemerhati kuliner di Seattle, Washington, Amerika Serikat, termasuk food blogger, pemerintah kota Seattle, dan mitra-mitra asing lain, antusiastis mengikuti "cooking demo" untuk berbagai masakan khas Indonesia, terutama tempe.

Acara ini digelar oleh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di San Francisco dan Seattle-Surabaya Sister City Association (SSSCA) pada 18 November 2025, demikian siaran pers KJRI San Fransisco, Kamis (20/11).

Selain mengenalkan aneka macam tempe, acara ini mempersembahkan kuliner otentik Jawa Timur, seperti rawon hitam, dan pecel Madiun, yang dimanfaatkan KJRI San Francisco sebagai upaya menggalakkan diplomasi Indonesia di Amerika Serikat, khususnya Seattle.

“Di dunia yang semakin terhubung, kuliner dapat menjadi pintu masuk menuju dialog, persahabatan, bahkan kerja sama strategis. Food is a universal language,” kata Konjen RI di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, saat membuka acara ini.

Jawa Timur dipilih KJRI karena alasan memiliki karakter masakan dan rasanya yang kuat, namun tak banyak dikenal di luar negeri.

Sedangkan tempe dipilih secara khusus karena makanan khas Indonesia itu sudah mendunia. Fermentasi kedelai tinggi protein ini juga hadir di berbagai supermarket di Amerika Serikat.

SSSCA bahkan menganggap tempe yang berbahan dasar kedelai yang sebagian besar diimpor dari AS, sebagai simbol bertemunya tradisionalitas dan modernitas, serta lokalitas dengan globalitas.

"Tempe bukan sekadar produk budaya, tetapi juga simbol keterhubungan ekonomi antara kedua negara (Indonesia dan AS)," kata Presiden SSSCA June Cutler.

Indonesia tengah menominasikan “tempeh culture” sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, yang diperkirakan akan memasuki tahap evaluasi tahun depan.

KJRI San Fransisco menilai, dukungan komunitas internasional seperti diperlihatkan warga Seattle, SSSCA dan Indonesia Cultural Association di Seattle, sangat positif dalam menjadikan tempe sebagai warisan budaya yang memang sudah memiliki tempat di panggung dunia.

“Cooking demo ini bukan acara tunggal karena menjadi bagian dari rangkaian upaya memperkuat hubungan kerja sama dan kolaborasi antara pemangku kepentingan terkait di Seattle dengan pemangku kepentingan di Indonesia, khususnya Jawa Timur dan terutama Surabaya”, tutup Yohpy. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.