Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kalsel Kembangkan 400 Hektare Hutan Akasia di Kotabaru

📅 Kamis, 17 Jul 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kalsel Kembangkan 400 Hektare Hutan Akasia di Kotabaru Doc: Antara
Ket. Jajaran Dishut Kalsel melaksanakan rapat koordinasi terkait pembangunan hutan akasia di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Banjarbaru - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) membangun hutan tanaman akasia seluas 400 hektare dalam program perhutanan sosial di areal Kelompok Tani Hutan (KTH) Batuah Jaya, Desa Batuah, Kabupaten Kotabaru.

Kepala Bidang Penyuluhan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Dishut Kalsel I Gede Arya Subhakti di Banjarbaru, Kamis (17/7), mengatakan program itu telah tertuang dalam draf kerja sama dengan PT. Khatulistiwa Bumi Pertiwi dan KTH Batuah Jaya selaku pemegang izin Hutan Kemasyarakatan (HKm).

“Draf kerja sama mencakup pembangunan hutan tanaman akasia seluas 400 hektare dari ijin perhutanan sosial 476 hektare yang berada di Desa Batuah. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pengelolaan sumber daya alam secara lestari dan berorientasi pada pemberdayaan,” ujar dia.

Ruang lingkup kerja sama meliputi berbagai tahapan mulai dari survei, pemetaan, persiapan dan penataan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pemanenan dan pemasaran hasil hutan tanaman.

“Pihak PT. Khatulistiwa Bumi Pertiwi bertanggung jawab atas pendanaan, penyediaan bibit, dan pendampingan teknis. Sedangkan KTH Batuah Jaya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan lapangan dan menjaga kondisi sosial kemasyarakatan agar tetap kondusif,” ucapnya.

Arya menjelaskan bahwa kerja sama ini juga membuka peluang kegiatan tumpang sari dan pemanfaatan lahan dengan sistem agroforestry serta sylvopastura oleh anggota kelompok tani, dengan tetap memperhatikan mekanisme izin dan waktu tanam yang telah disepakati.

Selain itu, pihaknya juga menyusun skema pembagian hasil yang adil setelah dikurangi biaya operasional dan kewajiban negara seperti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hak dan kewajiban masing-masing pihak telah diatur secara proporsional guna menjamin kelangsungan kerja sama ini.

Ia menuturkan pembahasan dalam pertemuan yang telah berlangsung merupakan bagian dari tahapan penting dalam membangun kolaborasi pemanfaatan hutan perhutanan sosial yang berkelanjutan.

Dalam pembahasan pembangunan hutan akasia itu, hadir para pihak dari perwakilan unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Kehutanan dari Balai Perhutanan Sosial Kalimantan, Kepala KPH Sengayam, KTH Batuah Jaya, PT. Khatulistiwa Bumi Pertiwi, serta pejabat eselon III Dishut Kalsel.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi contoh pengelolaan hutan sosial yang kolaborasi. Sinergi antara masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah mampu memperkuat upaya pelestarian hutan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa di sekitar kawasan hutan secara berkelanjutan,” ujar Arya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.