Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Melemah 3,84 Persen Sepanjang 2025: Tekanan Global Makin Menggila!

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Melemah 3,84 Persen Sepanjang 2025: Tekanan Global Makin Menggila! Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Uang rupiah dan dolar AS.

JAKARTA – Sepanjang 2025, nilai tukar rupiah tercatat melemah 619 poin atau sekitar 3,84 persen, mencerminkan tekanan yang konsisten dari faktor global maupun domestik.

Ketidakpastian suku bunga negara maju, perlambatan arus modal ke emerging markets, serta tingginya permintaan valas untuk impor menjadi pendorong utama koreksi rupiah.

Pelemahan ini menunjukkan bahwa stabilitas kurs masih sangat sensitif terhadap dinamika eksternal, sehingga penguatan fundamental ekonomi, manajemen risiko moneter, dan peningkatan kepercayaan investor menjadi kunci untuk meredam volatilitas ke depan.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Selasa (18/11) sore, melemah 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.751 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS.

Angka tersebut jauh dari rata-rata asumsi dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) 2025 yang senilai Rp 15.285/ dolar AS.

Sebagai perbandingan, kurs rupiah terhadap dolar AS di penghujung tahun lalu atau pada perdagangan 31 Desember 2024 berada di level Rp 16.132 per dolar AS.

Pelemahan rupiah tersebut juga diakui Gubernur BI, Perry Warjiyo. Meski begitu, orang nomor satu di bank sentral, mengungkapkan BI secara mati-matian telah mengambil kebijakan supaya pelemahan yang terjadi terhadap kurs rupiah itu bergerak stabil.

"Alhamdulillah memang melemah rupiah kita, tapi kita jaga stabil, dan relatif stabil dibanding negara lain," kata Perry saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Senin (17/11).

Sementara itu, pelemahan rupiah belakangan ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari volatilitas suku bunga di negara maju hingga ketegangan geopolitik yang menekan arus modal.

Sentimen risk-off membuat investor cenderung mengalihkan portofolio ke aset aman, sehingga memberi tekanan tambahan pada mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meski fundamental domestik relatif terjaga, stabilisasi rupiah ke depan sangat bergantung pada kemampuan pasar global meredam gejolak dan respons kebijakan yang adaptif dari otoritas moneter.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (18/11) sore melemah 15 poin atau 0,09 persen menjadi Rp16.751 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas Hareva, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tak lepas dari pergeseran preferensi investor menuju aset safe haven di tengah ketidakpastian global.

Kondisi pasar yang cenderung risk-off membuat permintaan terhadap instrumen berisiko, termasuk mata uang emerging market, menurun. Akibatnya, tekanan jual terhadap rupiah meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Megapolitan
Jakarta Menuju 20 Besar Kot...
Daerah
Layanan Perpustakaan Kelili...
Nasional
Porter Bandara Ngurah Rai D...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.