Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim Dokter RSUD Ulin Banjarmasin Berikan Perawatan Khusus untuk Bayi Super Prematur

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tim Dokter RSUD Ulin Banjarmasin Berikan Perawatan Khusus untuk Bayi Super Prematur Doc: Antara
Ket. Jajaran RSUD Ulin Banjarmasin menggelar peringatan Hari Prematur Sedunia 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (15/11).

Banjarmasin - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengupayakan pasien bayi prematur dengan bobot 500 gram bisa bertahan hidup setelah mendapatkan tindakan medis.

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Agung Ary Wibowo mengatakan hal itu saat peringatan Hari Prematur Sedunia 2025 di Banjarmasin, Sabtu (15/11).

“Perkembangan teknologi dan kualitas pelayanan membuat angka harapan hidup bagi bayi prematur semakin meningkat secara signifikan,” ujar dia.

Agung mengungkapkan, saat dirinya masih koas ketika menempuh pendidikan, bayi dengan bobot satu kilogram sudah dianggap sangat kritis.

“Namun sekarang yang berat 750 gram pun bisa survive atau bertahan hidup,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa RSUD Ulin Banjarmasin ke depan menargetkan bayi prematur dengan berat 500 gram atau setengah kilogram juga bisa bertahan hidup setelah penanganan medis di RSUD Ulin.

Agung memastikan manajemen rumah sakit setempat akan terus mendukung fasilitas, alat kesehatan, dan yang paling penting investasi pada tenaga kesehatan karena itu menjadi kunci agar target bayi dengan bobot 500 gram bisa bertahan hidup dapat tercapai.

Menurut dia, kemajuan pelayanan neonatal saat ini menjadi bukti bahwa bayi-bayi yang dulu dianggap tanpa harapan hidup  kini dapat diselamatkan berkat perjuangan tim medis yang luar biasa.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Hari Prematur Sedunia 2025 RSUD Ulin Banjarmasin Pricilia Gunawan Halim menjelaskan bahwa angka kelahiran prematur secara nasional menunjukkan tren meningkat, seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan faktor risiko kehamilan.

Ia menuturkan bahwa Indonesia menjadi peringkat kelima penyumbang kelahiran prematur terbesar di Asia.

Dengan teknologi yang semakin berkembang, Pricilia berharap anak-anak prematur terutama di bawah 700 gram ke depan bisa bertahan dengan kualitas hidup yang baik melalui tindakan medis.

“Berbagai faktor pemicu meningkatnya kasus kelahiran prematur, di antaranya pernikahan dini, rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang kesehatan reproduksi, serta kondisi maternal yang kurang optimal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan upaya pencegahan dimulai dari ibu. Jika ibunya sehat, suami sehat, maka bayinya juga sehat.

“Minimal ibu hamil harus menjalani pemeriksaan kehamilan (ANC) rutin enam kali agar komplikasi bisa dideteksi dan ditangani lebih awal,” ujar Pricilia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Kimi Antonelli Juarai Formu...
Ekonomi
Harga BBM Eceran Melejit, W...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.