Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Dorong Reformasi Tata Kelola Air Global

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Dorong Reformasi Tata Kelola Air Global Doc: istimewa
Ket. Ketahanan Air - Krisis Oksigen Ancam Sungai

Krisis air tidak lagi dapat dipandang semata sebagai isu lingkungan atau teknis, melainkan tantangan multidimensi yang berkaitan dengan stabilitas, keadilan, dan tata kelola global.

Jakarta – Indonesia mendorong reformasi tata kelola air global guna menghadapi ancaman krisis air yang semakin kompleks di tengah perubahan iklim dan pesatnya perkembangan industri digital. Pemerintah menilai penguatan kerja sama internasional, investasi strategis, serta sistem multilateral yang lebih responsif menjadi kunci menjaga ketahanan air dan mendukung pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyoroti munculnya ancaman baru terhadap ketahanan air global di tengah meningkatnya kebutuhan industri digital dan perubahan iklim. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Internasional “Water for Sustainable Development” di Dushanbe, Tajikistan, ia menegaskan bahwa air kini menjadi sumber daya strategis yang menentukan masa depan pembangunan berkelanjutan dan stabilitas global.

“Sebuah ancaman baru yang diremehkan sedang muncul,” kata Arrmanatha, Kamis (28/5). Menurut dia, sektor seperti penambangan mineral penting, infrastruktur kecerdasan buatan (AI), pusat data, dan industri digital kini mengonsumsi miliaran liter air setiap hari dengan kebutuhan yang terus meningkat setiap beberapa tahun.

Ia menyebut air saat ini menjadi sumber daya tak terlihat yang menopang ekonomi digital global. Jika tidak dikelola secara strategis, krisis air berpotensi menjadi salah satu tantangan terbesar dunia di masa depan.

“Dunia memiliki pengetahuan, modal, dan teknologi. Yang kurang adalah kemauan politik kolektif, dan sistem multilateral yang efektif dan cukup berani untuk mempercepat tindakan menangani isu air,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Antara.

Arrmanatha menegaskan krisis air tidak lagi dapat dipandang semata sebagai isu lingkungan atau teknis, melainkan tantangan multidimensi yang berkaitan dengan stabilitas, keadilan, dan tata kelola global. Ia juga menilai reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) perlu memberi perhatian serius terhadap isu ketahanan air.

Indonesia, lanjut dia, terus memperkuat kepemimpinan global di sektor air sejak menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 di Bali pada 2024. Pemerintah juga telah mendirikan Pusat Keunggulan Ketahanan Air dan Iklim serta memberikan pelatihan kepada lebih dari 2.000 peserta dari lebih 40 negara di kawasan Asia Pasifik.

Dalam forum tersebut, Arrmanatha menyampaikan empat seruan utama, yakni memperkuat kerja sama regional di bidang air, meningkatkan investasi strategis sektor air, mempersiapkan tata kelola air di era AI dan ekonomi digital, serta mendorong reformasi PBB agar lebih efektif menangani isu air global.

Pemanasan Iklim

Di sisi lain, ancaman terhadap ketahanan air juga diperkuat oleh dampak perubahan iklim. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances menemukan bahwa pemanasan global menyebabkan penurunan kadar oksigen secara luas di sungai-sungai dunia.

Penelitian yang dipimpin Institut Geografi dan Limnologi Nanjing, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, menganalisis data hampir 40 tahun dari lebih 21.000 ruas sungai di seluruh dunia. Hasilnya menunjukkan hampir 80 persen sungai mengalami deoksigenasi atau penurunan kadar oksigen.

Rata-rata sungai kehilangan oksigen sebesar 0,045 miligram per liter per dekade. Sungai-sungai tropis menjadi wilayah yang paling terdampak karena sejak awal memiliki kadar oksigen rendah dan kehilangan oksigen lebih cepat akibat suhu yang semakin panas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.