Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Semua Bangun Sekolah, Tak Mau Kalah Polri Dirikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara

📅 Jumat, 14 Nov 2025, 01:46 WIB | Oleh:
Semua Bangun Sekolah, Tak Mau Kalah Polri Dirikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara Doc: ist
Ket. perlu banyak sekolah unggulan

TANGERANG – Semoga tidak sekadar latah. Pemerintah membangun sekolah rakyat, Polri tak mau ketinggalan, juga mendirikan sekolah. Polri membangun SMA Kemala Taruna Bhayangkara, di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menegaskan kehadiran SMA Kemala Taruna Bhayangkara akan menjadi era baru pembentukan karakter generasi muda Indonesia yang berkarakter dan berintegritas.

"SMA KTB bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi pusat pembentukan karakter yang akan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak, unggul, dan berdaya saing global," kata Dedi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis. Hal itu disampaikan Wakapolri saat menghadiri penyelesaian struktur utama bangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB), Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Dalam kegiatan tersebut, elemen teratas, seperti atap, dipasang sebagai simbol bahwa pekerjaan konstruksi kerangka bangunan telah selesai dan proyek memasuki tahap penyelesaian. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan sekolah tersebut, serta keyakinannya bahwa SMA KTB akan menjadi model pendidikan berkarakter yang siap melahirkan generasi penggerak Indonesia Emas 2045.

Dari sisi pembangunan fisik, progres SMA KTB hingga 10 November baru 18 persen karena menghadapi hambatan pasokan material dan cuaca. Dengan progres tersebut, Wakapolri optimistis seluruh fasilitas dapat diselesaikan tepat waktu untuk mendukung operasional penuh pada Mei 2026.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian tepat waktu sangat penting untuk menghadirkan layanan pendidikan unggul bagi putra-putri bangsa sebagai bagian dari percepatan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Wakapolri turut mengungkapkan kebanggaannya bahwa SMA Kemala Taruna Bhayangkara telah memiliki 120 siswa angkatan pertama, seluruhnya terpilih melalui proses seleksi ketat yang diikuti sekitar 11.000 pendaftar. Besarnya animo tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah ini.

Tahun ini, Wakapolri menargetkan peningkatan animo hingga 15.000 pendaftar agar siswa yang diterima benar-benar merupakan bibit terbaik bagi masa depan bangsa. Dedi menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia adalah faktor penentu kemajuan bangsa.

Ia menekankan bahwa sumber daya alam yang melimpah tidak berarti tanpa manusia yang unggul dan Indonesia membutuhkan generasi yang mampu membawa negara melakukan lompatan besar menuju kemajuan. Dedi juga mencontohkan Singapura yang berhasil menjadi negara maju meski minim sumber daya alam.

Sebagai perbandingan global, Wakapolri memaparkan jumlah mahasiswa asing di universitas-universitas elite dunia. Tiongkok mengirim hampir 134.000 mahasiswa, India 90.000 mahasiswa, Vietnam 30.000 mahasiswa, sementara Indonesia masih di bawah 10.000 mahasiswa. Menurutnya, data ini menunjukkan pentingnya mempercepat pembangunan sekolah-sekolah unggulan sebagaimana menjadi prioritas dalam Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai sekolah unggulan, SMA Kemala Taruna Bhayangkara menerapkan kurikulum International Baccalaureate yang diakui secara global. Melalui kurikulum ini, siswa dibekali standar pembelajaran berkelas dunia dengan penekanan pada karakter, kemampuan analisis kritis, kreativitas, serta kompetensi abad ke-21.

Kurikulum ini juga selaras dengan fokus pembentukan 12 karakter kebhayangkaraan yang menjadi fondasi moral sekolah dalam mencetak generasi unggul. Antusiasme masyarakat kembali terlihat tahun ini. Berdasarkan dashboard pendaftaran per 12 November 2025, terdapat 722 calon peserta didik dengan nilai rata-rata akademik matematika 88,5, IPA 88,8, bahasa Inggris 89,3, serta rata-rata IQ 130.

Para pendaftar berasal dari berbagai provinsi, mulai dari Sumatera (161), Jawa (368), Bali (21), Kalimantan (71), Sulawesi (91), hingga Papua (15). Tingginya minat ini menguatkan posisi SMA KTB sebagai sekolah unggulan yang mengedepankan pembentukan karakter, integritas, dan kompetensi akademik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.