Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pneumonia Masih Jadi Ancaman Serius, Dokter Imbau Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak

📅 Senin, 10 Nov 2025, 20:45 WIB | Oleh:
Pneumonia Masih Jadi Ancaman Serius, Dokter Imbau Orang Tua Lengkapi Imunisasi Anak Doc: MSD
Ket. Media Session World Pneumonia Day 20205 dalam rangka Peringatan Hari Pneumonia Sedunia 2025 yang diselenggarakan oleh MSD Indonesia, di Jakarta pada hari Senin (10/11).

JAKARTA - Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah yang umum terjadi dan menjadi salah satu penyebab utama kematian balita di dunia, termasuk di Indonesia. Data UNICEF menunjukkan bahwa setiap tahunnya, lebih dari 725.000 anak di bawah usia lima tahun meninggal di seluruh dunia karena penyakit ini, termasuk sekitar 190.000 bayi baru lahir yang masih sangat rentan terhadap infeksi.

Di Indonesia, berdasarkan data BPJS Kesehatan, pneumonia menimbulkan total biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp 8,7 triliun pada tahun 2023. Angka ini mencerminkan besarnya beban kesehatan dan ekonomi nasional, sehingga penanganan pneumonia perlu segera dilakukan bersama.

Menurut Dokter Anak Konsultan Respirologi FKUI RSCM, dr. Wahyuni Indawati, Sp.A, Subsp. Respi., vaksinasi merupakan hak dasar setiap anak sekaligus langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat.

“Melengkapi imunisasi sesuai rekomendasi pemerintah dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merupakan bentuk perlindungan penting terhadap bahaya pneumonia. Upaya penanggulangan pneumonia harus dilakukan secara holistik mencakup perlindungan, pencegahan, hingga pengobatan yang tepat,” ucapnya dalam acara Media Session World Pneumonia Day 20205 di Jakarta pada hari Senin (10/11).

Ia menerangkan, pemberian vaksin PCV menjadi bentuk perlindungan yang efektif untuk bayi dan anak-anak terhadap penyakit pneumonia. Dampaknya pun luas, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi ketahanan sistem kesehatan nasional.  Pemerintah telah memasukkan PCV ke dalam Program Imunisasi Nasional untuk membantu memberikan perlindungan bagi jutaan anak Indonesia dari pneumonia.

“Tantangan kita sekarang adalah memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan dosis lengkap sesuai jadwal. Karena itu, penting bagi para orang tua untuk memahami dan mengambil langkah-langkah terbaik dalam menjaga kesehatan anak,” ujar dr. Wahyuni.

Vaksinasi telah diakui secara global sebagai intervensi paling efektif untuk membantu mengurangi beban penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Pemberian vaksin PCV pada anak-anak telah menurunkan kejadian penyakit pneumokokus. Bahkan, penggunaannya secara luas pada anak-anak tidak hanya menurunkan penularan bakteri pada anak yang divaksinasi, tetapi juga melindungi anak-anak dan orang dewasa yang belum di vaksin dari penyakit pneumokokus.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan imunisasi PCV pada usia 2, 4, dan 6 bulan dengan booster di usia 12–15 bulan. Bagi anak yang belum mendapat vaksin sesuai jadwal, PCV tetap dapat diberikan dengan penyesuaian dosis sesuai usia, termasuk satu dosis untuk anak berisiko tinggi di atas 5 tahun. Dalam jadwal imunisasi 2024, vaksin PCV15 diperkenalkan dengan cakupan lebih luas terhadap 15 serotipe, termasuk 22F dan 33F yang belum tercakup dalam PCV13.

Meski vaksin sudah tersedia, rendahnya kesadaran orang tua, maraknya misinformasi, dan keterlambatan deteksi masih menjadi tantangan dalam pencegahan pneumonia pada anak.  Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala awal yang sering disalahartikan sebagai batuk pilek biasa hingga menimbulkan komplikasi.

“Jangan menunda membawa anak ke fasilitas kesehatan jika batuk dan demam disertai kesulitan bernapas atau tarikan dinding dada. Deteksi dini adalah kunci terbaik untuk mencegah komplikasi berat, termasuk gagal napas dan kematian,” tegas dr. Kanya.

Sementara itu Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou menyampaikan, hari ini bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, dan hanya dua hari menjelang Hari Pneumonia Sedunia. Kedua momen ini mengingatkan kita bahwa setiap orang tua bisa menjadi pahlawan bagi kesehatan anak-anaknya, termasuk melindungi mereka dari pneumonia.

“MSD berkomitmen memperluas edukasi agar lebih banyak keluarga memahami dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat. Dengan kesadaran yang kuat dan kolaborasi bersama, kami percaya kita dapat mewujudkan generasi bebas pneumonia dan menurunkan angka kematian anak akibat penyakit ini,” ujar dia dalam acara tersebut yang disampaikan melalui tayangan video.

Harapan untuk menekan angka kematian akibat pneumonia masih sangat terbuka. Menurut Global Burden of Disease (GBD), kematian akibat pneumonia pada anak dapat mendekati nol pada tahun 2030 melalui upaya pencegahan dan pengendalian yang terintegrasi, termasuk memastikan cakupan vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) diatas 90% untuk mencegah infeksi bakteri penyebab utama pneumonia menurut laporan UNICEF berjudul “Pneumonia in children: What you need to know”

Country Medical Lead MSD Indonesia, dr. Amrilmaen Badawi, MBiomedSc, menekankan pentingnya peran ibu dalam menyebarkan informasi yang tepat. Pencegahan pneumonia berawal dari pengetahuan yang benar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Proyek Strategis Diharapkan Majukan Papua Selatan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Proyek Strategis Diharapkan...

Bolaang Mongondow Diguncang Gempa 5,7 Magnitudo

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bolaang Mongondow Diguncang...
Olahraga
Veda Ega Start  di Posisi K...
Daerah
Mahasiswa ITS Kembangkan Al...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.