Ketua DPRD DKI Desak Disdik Perketat Pengawasan Sekolah Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
📅 Senin, 10 Nov 2025, 18:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: DPRD DKI Jakarta
JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, meminta Dinas Pendidikan DKI untuk memperkuat fungsi pengawasan di seluruh sekolah setelah insiden ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 7 November 2025. Ia menilai langkah tersebut penting untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif bagi para siswa.
Menurut Khoirudin, sekolah harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik untuk menimba ilmu. Ia menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kejadian yang mengakibatkan korban luka dan gangguan kegiatan belajar di sekolah tersebut.
"Saya ingin kontrol dari Dinas Pendidikan harus kuat dan ditingkatkan lagi," ujar Khoirudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (10/11).
Ia menegaskan, peran guru di sekolah tidak hanya sebatas mengajar di dalam kelas, tetapi juga mengawasi perilaku dan kegiatan siswa di lingkungan sekolah. Menurutnya, tanggung jawab guru dan kepala sekolah sangat besar dalam menciptakan suasana belajar yang tertib, aman, dan positif.
"Kelakuan anak-anak di sekolah tanggung jawab guru, tanggung jawab kepala sekolah dan jajarannya," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khoirudin menekankan pentingnya optimalisasi peran guru dan siswa dalam mengawasi perkembangan situasi di sekolah. Ia mendorong agar pihak sekolah dapat menciptakan sistem komunikasi yang efektif antara guru dan murid untuk mencegah potensi masalah sedini mungkin.
"Cobalah manfaatkan para siswa untuk menjadi informan di lapangan. Sehingga sedini mungkin bisa diketahui isu yang sedang berkembang," tambahnya.
Ia menilai, pelibatan siswa sebagai bagian dari sistem pengawasan dapat membantu menciptakan budaya tanggap dan peduli terhadap keamanan sekolah. Dengan begitu, pihak sekolah dapat segera bertindak apabila muncul indikasi aktivitas yang mencurigakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khoirudin juga meminta agar seluruh pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan tenaga pendidik, bekerja sama lebih intensif untuk memperkuat sistem pengawasan internal. Ia menilai kejadian di SMAN 72 Jakarta menjadi pelajaran penting agar seluruh sekolah lebih waspada terhadap potensi ancaman keselamatan.
Selain menyoroti aspek pengawasan, Khoirudin juga menyampaikan doa dan dukungan bagi para korban ledakan di SMAN 72 Jakarta. Ia berharap seluruh korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
"Kita sedih, kita prihatin semoga cepat sembuh para korban dan jangan terjadi lagi," pungkasnya.
Peristiwa ledakan di SMAN 72 Jakarta sebelumnya sempat mengejutkan masyarakat karena terjadi di area pendidikan yang seharusnya aman. Aparat kepolisian telah melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut dan menjamin keamanan di sekolah-sekolah lain di wilayah DKI Jakarta.
Pemprov DKI bersama Dinas Pendidikan diharapkan segera mengevaluasi standar keamanan dan keselamatan di setiap sekolah. Pengawasan yang ketat serta koordinasi antarpihak diyakini menjadi kunci agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!