Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Ditangkap, Kapolri Pastikan Investigasi Berlanjut
📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 08:28 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: YouTube/Sekretariat Presiden
JAKARTA - Pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta telah ditangkap. Polisi masih melakukan investigasi mendalam terkait identitas dan motif pelaku, termasuk perundungan yang dialami pelaku.
Ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta sekitar pukul 12.15 WIB, sesaat sebelum para siswa melaksanakan Salat Jumat. Sebanyak 54 siswa menjadi korban, 33 siswa di antaranya masih dalam perawatan.
Terduga pelaku nekat melakukan pengeboman karena kesal karena sering menjadi korban bullying oleh teman-temannta.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pihak kepolisian tengah melakukan pendalaman terhadap pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta.
Listyo menyampaikan, saat ini anggotanya sedang mendalami identitas terduga pelaku sampai ke tempat tinggal dan lingkungan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sementara untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku, kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami," kata Listyo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (7/11).
"Dan tentunya nanti akan diinformasikan lebih lanjut setelah tim gabungan baik dari Polda Metro, Densus melaksanakan pendalaman," kata Listyo.
Salah satu siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta, Sela, mengatakan bom rakitan atau bom molotov yang ditemukan di masjid sekolah diduga dibawa oleh siswa yang kerap di "bully" atau dirundung oleh siswa lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak," kata Sela di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, ledakan terjadi saat khutbah Jumat selesai dan akan dilanjutkan dengan Iqomah. Saat itu, ada ledakan besar terjadi.
"Saya di selasar masjid dan tidak terkena. Baju saya kotor karena menolong teman," katanya.
Ia mengatakan orang yang ikut Shalat Jumat di sini merupakan siswa, guru dan orang yang ada di sekolah saja.
Sela mengaku tidak ada tanda-tanda akan terjadi ledakan karena pada pagi hari semua berjalan baik-baik saja.
"Kami tadi ikut kegiatan Adiwiyata di pagi hari," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!