Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Malioboro Kini Punya Lebih Banyak Tempat Khusus Merokok, Wisata Jadi Lebih Nyaman

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 06:05 WIB | Oleh:
Malioboro Kini Punya Lebih Banyak Tempat Khusus Merokok, Wisata Jadi Lebih Nyaman Doc: Dok. Pemkot Yogya

YOGYAKARTA - Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Malioboro, kini pengalaman berjalan-jalan bisa terasa lebih nyaman. Pemerintah Kota Yogyakarta bersama pelaku usaha telah menambah jumlah Tempat Khusus Merokok (TKM) di sepanjang kawasan Malioboro, demi mendukung kawasan ini sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan penambahan ini, wisatawan yang merokok tetap mendapat ruang, sementara pejalan kaki lain—terutama anak-anak dan ibu hamil—terlindungi dari paparan asap rokok.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasinya kepada pengelola Plaza Malioboro dan Hotel Malyabhara yang telah menyediakan TKM secara mandiri. Ia mengakui bahwa menyediakan TKM di kawasan padat seperti Malioboro bukan perkara mudah karena keterbatasan ruang. Namun partisipasi pelaku usaha mempercepat terwujudnya Malioboro sebagai ruang publik yang lebih tertib dan sehat.

Kini, tercatat ada 17 titik TKM resmi di kawasan Malioboro. Selain enam TKM baru di dalam Plaza Malioboro, beberapa titik lain tersebar di halaman utara Plaza, lantai 3 Pasar Beringharjo, restoran seperti Burger King dan Solaria, Starbucks Malioboro, serta kawasan Teras Malioboro Ketandan, Beskalan, dan area wisata Benteng Vredeburg. Sebagian besar area ini mudah dijangkau oleh wisatawan tanpa harus keluar dari jalur utama Malioboro.

Menariknya, TKM di Plaza Malioboro juga dirancang agar tetap punya nilai estetis. Beberapa titik berada di balkon lantai 1 yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan Jalan Malioboro dari ketinggian. Saat ada pertunjukan seni jalanan atau atraksi budaya, lokasi ini bisa menjadi spot favorit—bahkan untuk pengunjung yang tak merokok, selama tetap nyaman dan bersih.

Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen akan terus menambah titik TKM, terutama di sisi barat Malioboro. Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata telah diminta memetakan lokasi tambahan yang layak. Sementara itu, penerapan sanksi bagi pelanggar aturan KTR akan dilakukan secara bertahap agar seimbang dengan kesiapan fasilitas yang ada.

Bagi wisatawan, kehadiran TKM ini menunjukkan keseriusan Yogyakarta dalam menjaga kenyamanan ruang publik tanpa mengabaikan hak-hak semua pihak. Baik perokok maupun non-perokok kini bisa menikmati Malioboro secara lebih tertib, rapi, dan sehat—tanpa kehilangan semangat inklusif yang selalu menjadi ciri khas kota ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.