Keraton Yogyakarta Hentikan Gamelan dan Meniadakan Pentas Paket Wisata Srimaganti
📅 Minggu, 02 Nov 2025, 23:55 WIB | Oleh: Ones
Doc: Antara
Yogyakarta - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menghentikan bunyi gamelan serta meniadakan pentas Paket Wisata Srimanganti untuk sementara waktu sebagai bentuk duka cita atas wafatnya Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) XIII.
"Sebagai ungkapan duka cita, Keraton Yogyakarta meniadakan (suwuk) pentas Paket Wisata Srimanganti serta tidak membunyikan gamelan hingga Sinuhun Paku Buwono XIII selesai dikebumikan," ujar Penghageng II Kawedanan Purwa Aji Laksana Keraton Yogyakarta KRT Purwowinoto dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Minggu malam.
Paku Buwono XIII meninggal dunia pada usia 77 tahun di RS Indriati Solobaru Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (2/11) pagi.
Pada Minggu sore, menurut Purwowinoto, Keraton Yogyakarta telah menerima Utusan Dalem dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Kehadiran utusan tersebut untuk menyampaikan kabar duka secara resmi melalui surat tertulis kepada Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Utusan Dalem diterima oleh GKR Mangkubumi dan GKR Bendara di Pendapa Ndalem Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta," kata dia.
Raja Keraton Surakarta tersebut akan dimakamkan di Astana Raja-raja Mataram Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (5/11).
Mengutip laman resmi Dinas Kebudayaan DIY, Kompleks Makam Imogiri atau Pajimatan Imogiri merupakan pemakaman para raja dan keluarga besar Dinasti Mataram Islam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kompleks itu terbagi dalam tiga kelompok besar, yakni kelompok makam Raja-Raja Mataram Islam, kelompok makam Raja-Raja Kasultanan Yogyakarta, dan kelompok makam Raja-Raja Kasunanan Surakarta.
KRT Purwowinoto menuturkan masih menunggu arahan Sultan HB X mengenai penunjukan perwakilan Keraton Yogyakarta yang akan melayat dalam prosesi pemakaman.
"Terkait dengan prosesi pemakaman jenazah Sinuhun Paku Buwono XIII, kami masih menunggu dhawuh dari Ingkang Sinuwun HB Ka10 mengenai siapa yang akan diutus untuk melayat," kata KRT Purwowinoto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!