Lebih dari 140 Orang Tewas akibat Gempa Myanmar
📅 Jumat, 28 Mar 2025, 22:46 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
BANGKOK - Televisi pemerintah Myanmar melaporkan, setidaknya 144 orang di tewas dan 732 terluka akibat gempa bumi besar yang melanda negara itu pada hari Jumat (28/3)
Dari The Guardian, gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter telah mengguncang Myanmar dan Thailand , merobohkan bangunan dan mendorong junta militer Myanmar yang terisolasi untuk mengajukan permintaan bantuan internasional yang jarang terjadi.
Rekaman awal dari Myanmar menunjukkan kerusakan luas pada infrastruktur. ago
World Health Organization (WHO) mengaktifkan sistem tanggap darurat untuk gempa bumi 'besar' di Myanmar
Sementara itu, delapan orang dipastikan tewas di Bangkok, dan petugas berupaya membebaskan puluhan orang yang terjebak di bawah gedung pencakar langit Bangkok. kata gubernur kota Chadchart Sittipunt.
"Ini termasuk tujuh orang yang tewas di lokasi konstruksi gedung," ujar Chadchart.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Pertahanan Thailand mengatakan 90 orang hilang dan tiga orang tewas di lokasi runtuhnya gedung tinggi. Saat ini hari sudah malam di Bangkok dan tim penyelamat masih berusaha menyelamatkan puluhan pekerja konstruksi yang dikhawatirkan terjebak di bawah gedung tinggi yang runtuh saat sedang dibangun di ibu kota.
Polisi menggunakan pesawat nirawak untuk mendeteksi suhu tubuh dalam pencarian korban selamat, dan anjing penyelamat juga telah dikerahkan, demikian dilaporkan media Thailand. Bangunan setinggi 30 lantai itu seharusnya menjadi kantor pemerintahan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dilaporkan sedang memobilisasiAsia Tenggara untuk membantu mereka yang membutuhkan, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengatakan pada hari Jumat setelah gempa bumi dahsyat yang berpusat di Myanmar mengguncang kawasan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pemerintah Myanmar telah meminta dukungan internasional dan tim kami di Myanmar sudah menghubungi untuk memobilisasi sepenuhnya sumber daya kami di wilayah tersebut guna mendukung rakyat Myanmar,” kata Guterres.
"Namun tentu saja ada negara lain yang terkena dampak. Pusat gempa berada di Myanmar, dan Myanmar adalah negara terlemah dalam situasi saat ini," imbuhnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!