Lebih Lincah, Jet Tempur Siluman J-36 Tiongkok Uji Terbang dengan Desain Nozel Baru
📅 Sabtu, 01 Nov 2025, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SJika benar, J-36 akan menjadi komponen kunci dalam doktrin "sistem-dari-sistem" Angkatan Udara Tiongkok, di mana pesawat berawak bertindak sebagai koordinator sistem serangan tak berawak.
Dari segi ukuran, J-36 diperkirakan memiliki panjang 27 hingga 30 meter dengan lebar sayap antara 19 hingga 21 meter.
Ini membuatnya jauh lebih besar daripada J-20 dan F-22, dengan kapasitas bahan bakar dan muatan yang lebih tinggi.
Berat lepas landas maksimumnya diperkirakan antara 50 dan 70 ton, yang memungkinkan pesawat tersebut menjalankan misi selama berjam-jam tanpa harus mengisi bahan bakar di udara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika dilengkapi dengan mesin WS-15 yang menghasilkan lebih dari 16.000 kgf (157 kN) masing-masing, J-36 akan mencapai tingkat pendakian yang luar biasa dan kemampuan supercruise.
Kekuatan tersebut memungkinkan operasi jarak jauh ke zona maritim tanpa memerlukan dukungan pengisian bahan bakar udara yang berkelanjutan.
Bagi kekuatan regional seperti Jepang, Korea Selatan, India dan Australia, kemunculan J-36 menambah tantangan strategis baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Platform siluman jarak jauh dengan durasi patroli yang diperpanjang akan mempersulit perencanaan pertahanan udara di Laut Cina Selatan dan Laut Tiongkok Timur.l
Bagi Malaysia dan ASEAN, kemajuan J-36 menggarisbawahi kemampuan Tiongkok untuk mempertahankan kehadiran udara yang berkelanjutan di zona sengketa maritim.
Perkembangan ini memaksa angkatan udara regional untuk mempercepat integrasi sensor jaringan, meningkatkan pesawat AWACS, dan sistem senjata BVR modern.
Munculnya J-36 juga memberikan tekanan pada produsen Barat untuk mempercepat pengembangan pesawat generasi keenam seperti NGAD dan FCAS untuk mempertahankan dominasi teknologi.
Uji terbang aktif ini menyiratkan bahwa Tiongkok mungkin berhasil mengoperasikan pesawat tempur generasi keenam lebih awal dari yang diharapkan, mungkin sebelum tahun 2032.
Analisis Teknis dan Geostrategis Terperinci
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!