Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waktunya Tampil Beda! Tenaga Ahli DPR Disulap Jadi Agen Transparansi Digital, Reputasi Parlemen Bakalan Melesat

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 09:13 WIB | Oleh:
Waktunya Tampil Beda! Tenaga Ahli DPR Disulap Jadi Agen Transparansi Digital, Reputasi Parlemen Bakalan Melesat Doc: Istimewa
Ket. Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar, dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Publikasi Kegiatan Anggota DPR RI melalui website resmi DPR RI dpr.go.id di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/10/2025).

JAKARTA - Sekretariat Jenderal DPR RI semakin serius mengubah wajah parlemen dengan mengajak para Tenaga Ahli dan Staf Administrasi Anggota menjadi aktor utama dalam memperkuat komunikasi publik.

Program ini bukan sekadar pelatihan standar, melainkan langkah strategis untuk menjadikan kegiatan para wakil rakyat lebih terbuka, lebih mudah diakses, dan lebih meyakinkan di mata masyarakat.

Kegiatan sosialisasi bertajuk “Penguatan Publikasi Kegiatan Anggota DPR RI melalui situs resmi dpr.go.id” yang digelar di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/10/2025) menegaskan bahwa transformasi parlemen kini bermain di ranah digital dan publik.

Sekjen DPR RI Indra Iskandar menyatakan bahwa modernisasi parlemen bukan hanya soal struktur atau prosedur, tetapi juga cara lembaga ini berbicara dengan warga negara.

“Hulunya adalah komunikasi kepada publik. Kemampuan untuk mengomunikasikan kerja nyata para wakil rakyat harus diperkuat… melalui kanal resmi DPR RI…” kata Indra Iskandar.

Beliau menambahkan bahwa laman khusus anggota DPR di situs resmi DPR bukan sekadar arsip dokumentasi, melainkan etalase kinerja yang informatif, kredibel, dan mewakili citra lembaga yang terbuka dan modern.

Hal ini menunjukan bahwa DPR memahami, reputasi dibangun melalui keterbukaan dan akuntabilitas, dan bukan hanya klaim kosong.

Menurut akademisi Kunto Adi Wibowo, legitimasi lembaga publik lahir dari persepsi masyarakat, apakah mereka merasa lembaga itu penting dan dapat dipercaya. Tiga instrumen utama yang ia sebut legitimasi pragmatis, kognitif, dan moral menjadi tolok ukur. 

Jadi, ketika publik melihat DPR berkomunikasi secara inklusif, berbasis data, terbuka, dan dialogis-partisipatif, maka legitimasi moral pun semakin kokoh.

Sementara itu, reputasi menurut Kunto dibangun dari konsistensi, kompetensi, dan realisasi janji-komitmen lembaga. Tanpa bukti nyata, kata beliau, reputasi hanyalah kata manis yang cepat dilupakan.

Praktisi komunikasi publik Ira Kusno ikut menegaskan: strategi komunikasi publik yang efektif bukan satu arah melulu (“kami bicara, masyarakat dengar”).

Ia memperkenalkan model enam tahap:

  1. Mendengar (Listening).
  2. Diam (Strategic Pause).
  3. Respon (Response).
  4. Diyakini (Credibility Building).
  5. Dilibatkan (Involve).
  6. Diberi Harapan (Give Hope).

Menurut Ira, kecepatan atau kuantitas pesan saja tidak cukup yang penting adalah bagaimana masyarakat merasakan pesan tersebut sebagai wujud kepedulian lembaga terhadap mereka.

Untuk itu, tenaga ahli dan biro kehumasan DPR harus bersinergi, menyajikan data yang tepat, memperkuat pesan publik, dan mengoptimalkan proses teknis penyusunan konten komunikasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.