Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Menguat Signifikan 76 Poin pada Awal Juni

📅 Senin, 01 Jun 2026, 18:57 WIB | Oleh:
Rupiah Menguat Signifikan 76 Poin pada Awal Juni Doc: Dokumentasi Bank Indonesia

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terpantau signifikan di awal bulan Juni 2026. Setelah sepanjang bulan Mei kemarin, rupiah melemah cukup dalam.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah hari ini naik 0,43 persen atau 76 poin ke level Rp17.805 per dollar AS. Penguatan rupiah dipengaruhi oleh ekspektasi gencatan senjata AS-Iran dan mulai diterapkannya aturan baru penempatan devisa hasil ekspor.

“Sentimen pasar tetap waspada setelah negosiasi mengenai gencatan senjata permanen antara Washington dan Teheran menunjukkan sedikit tanda terobosan,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Senin (1/6). Di sisi lain, ada kekhawatiran semakin banyaknya ranjau di jalur pelayaran minyak dan gas di Selat Hormuz.

Analis dari IG, Tony Sycamore, sambung Ibrahim, menyebutkan sebaran ranjau dapat memperlambat proses pembukaan Selat Hormuz. Tudingan bahwa Iran menyebar banyak ranjau disampaikan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahwa tindakan itu melanggar gencatan senjata.

Tensi pertikaian di Timur Tengah makin memanas setelah entitas zionis Israel juga sudah menguasai sejumlah wilayah di Lebanon sehingga menimbulkan kekhawatiran inflasi masih akan tinggi akibat naiknya harga energi.

“Inflasi yang masih tinggi akan menyulitkan bank sentral AS untuk menurunkan suku bunganya. Pelaku pasar akan mencermati pidato dari pejabat the Fed dan data ekonomi AS selanjutnya,” ujar Ibrahim.

Di dalam negeri, aturan baru penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mulai diberlakukan hari ini ini. Aturan itu mewajibkan eksportir untuk merepatriasi DHE nya di dalam negeri dengan tingkat kepatuhan penuh 100 persen.

Pemerintah juga memberi waktu transisi bagi parade awal 2027. Sementara itu, pemerintah memberi waktu hingga awal 2027 bagi eksportir untuk menyesuaikan diri dengan ekspor satu pintu.

Kebijakan ini juga mulai diterapkan hari ini, dan secara bertahap akan diimplementasikan penuh 1 Juni 2027. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Olahraga
Mancini Tegaskan Tim Nasion...
Daerah
Karhutla Diduga Libatkan Ko...
Rona
Beware Boiúna, Horor Monst...
Megapolitan
Harga Cabai Bikin Waswas, P...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.