Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perajin Tahu Tempe Lampung Masih Andalkan Kedelai Impor

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 10:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perajin Tahu Tempe Lampung Masih Andalkan Kedelai Impor Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Kacang kedelai.

BANDARLAMPUNG – Para perajin tahu dan tempe di Provinsi Lampung masih menggantungkan bahan baku dari kedelai impor, mengingat kualitasnya dinilai lebih baik dibandingkan kedelai lokal.

"Selain itu menyangkut harga dan ketersediaan stok kedelai impor saat ini terbilang masih stabil," kata perajin tahu tempe asal Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Way Halim, Sendi Ferdian, dalam keterangannya, di Bandarlampung, Rabu (29/10).

Ia mengatakan, harga kedelai saat ini di kisaran Rp9.400 per kilogram. Menurutnya belum ada perubahan harga dari bulan sebelumnya.

"Harga masih sama, belum ada kenaikan. Saya beli dari distributor,” ujar Sendi.

Ia menyebutkan, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan kedelai lokal. “Kalau pun kedelai lokal lebih murah, kami tetap pilih yang impor karena hasilnya lebih bagus,” tambahnya.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai bisa berdampak langsung pada produksi. Jika harga bahan baku naik signifikan, satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan mengurangi ukuran tahu dan tempe.

Namun, lanjutnya, langkah itu tak mudah dilakukan karena bisa memicu protes dari konsumen. “Konsumen biasanya langsung tanya ke pedagang kenapa ukurannya mengecil,” katanya.

Saat ini, ia mengaku pasokan kedelai untuk usahanya relatif masih lancar dan stabil. Dalam sebulan Sendi mengaku membeli hingga empat ton kedelai.

Hal senada diungkapkan oleh Amuh, perajin tahu asal Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung.

Ia menyebut harga kedelai saat ini berada di kisaran Rp9.500 per kilogram, turun cukup jauh dibandingkan tahun 2024 lalu yang sempat mencapai Rp12 ribu per kilogram. Ia biasa menggunakan kedelai impor yang beredar di pasaran.

“Sudah puluhan tahun enggak ada kedelai lokal,” ujarnya.

Menurut Amuh, kenaikan harga kedelai akan langsung berpengaruh pada penghasilan perajin. Namun menaikkan harga jual produk tahunya bukanlah Solusi, karena daya beli masyarakat sedang menurun.

“Kalau harga naik penghasilan otomatis turun. Enggak bisa langsung naikin harga, paling ukuran yang dikurangi. Itu pun kalau harga kedelai sudah di atas Rp12 ribu,” tuturnya.

Ia menilai kendala utama saat ini adalah lesunya daya beli masyarakat. “Pasokan aman, tapi pasar sepi. Jadi kalau stok kedelai banyak tapi pembeli enggak ada, ya percuma juga,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Tujuan Wisata Kawasan Belit...

Piala Dunia, Iran Lawan Selandia Baru, Laga “Pelengkap”

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan...
Megapolitan
Pembangunan Bogor Akan Mend...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.750/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.