Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Andra Soni Dorong Perusahaan di Banten Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja Lokal.

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 07:41 WIB | Oleh:
Andra Soni Dorong Perusahaan di Banten Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja Lokal. Doc: Antara Foto
Ket. Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan sambutan pada kegiatan MoU Sinergi Penyiapan Pekerja Migran Indonesia di Cilegon, Banten

Gubernur Banten Andra Soni mengimbau para pelaku usaha dan industri di wilayah itu untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal guna mengisi berbagai lowongan kerja yang ada.

Andra Soni dalam keterangannya di Serang, Senin, memberikan apresiasi khusus kepada institusi pendidikan dan sektor industri yang telah bersinergi memberikan bekal keterampilan bagi para pelajar di Banten.

"Saya berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Krakatau Steel yang mempersiapkan anak-anak kita, warga Banten, yang sehari-hari akan mengisi lowongan kerja di industri-industri yang ada di Provinsi Banten," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa posisi strategis Banten menjadikannya primadona bagi para pencari kerja dari seluruh Indonesia. Berdasarkan data statistik, jumlah penduduk Banten terus mengalami peningkatan setiap tahunnya akibat tingginya arus kedatangan tenaga kerja dari luar daerah.

“Tantangan kita saat ini adalah bagaimana membuka lapangan kerja yang sebesar-besarnya. Dengan niat kita menata kembali pertumbuhan, kita juga menata kembali perekonomian kita," tegasnya.

Komitmen Pemprov Banten dalam menata sumber daya manusia (SDM) ini mendapat dukungan penuh dari pihak industri. Direktur Utama PT Krakatau Steel, Muhamad Akbar, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema talent pool terpadu dan membuka akses ekosistem Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) manufaktur miliknya untuk dikerjasamakan.

Fasilitas tersebut difungsikan untuk melatih lulusan SMK dan SMA umum di Banten agar memiliki kompetensi dan nilai tambah (value added). Dengan demikian, mereka siap diserap oleh industri dengan standar gaji yang lebih tinggi, baik untuk kebutuhan di dalam negeri maupun di luar negeri.

Adapun penyampaian komitmen dari pemerintah daerah dan sektor industri tersebut mengemuka usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Penyiapan Pekerja Migran Indonesia antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemprov Banten, PT Krakatau Steel (KS), dan IKA Untirta yang digelar di SMK YPKS Cilegon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Iran Lawan Selandia Baru, Laga “Pelengkap”

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan...
Megapolitan
Pembangunan Bogor Akan Mend...
Nasional
Juru Bicara Kementerian ESD...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.750/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.