Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dampak Perubahan Iklim, Survei Perlihatkan Gen Z Makin Sadar

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 18:24 WIB | Oleh:
Dampak Perubahan Iklim, Survei Perlihatkan Gen Z Makin Sadar Doc: ANTARA/M Risyal H/wsj
Ket. Warga membawa payung bertuliskan aspirasi dalam aksi jeda untuk iklim saat aksi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (23/2/2020). Aksi tersebut bentuk imbauan terhadap terjadinya perubahan iklim yang saat ini sudah darurat dan global.

JAKARTA - Survei yang dilakukan Climate Rangers terhadap 382 responden Generasi Z memperlihatkan generasi muda sudah semakin menyadari dampak perubahan iklim meski sebagian besar masih melihatnya sebatas cuaca ekstrem.

"Dampak krisis iklim itu sangat kompleks, termasuk pada kesehatan fisik dan mental, ketahanan pangan, hingga kerusakan infrastruktur akibat bencana seperti banjir dan rob," ujar Campaign & Communication Staff Climate Rangers Febriani Nainggolan dalam pernyataan diterima di Jakarta, Rabu (29/10).

Dia menjelaskan riset Climate Rangers terhadap 382 responden kelahiran 1997 sampai 2012 atau yang dikenal dengan julukan Gen Z memperlihatkan generasi muda sadar bahwa apa yang mereka rasakan saat ini adalah dampak perubahan iklim.

Namun, sebagian besar masih memandang krisis iklim sebatas cuaca ekstrem atau 95,5 persen dari responden.

Padahal, katanya, anak yang lahir pada 2020 akan mengalami dampak krisis iklim yang jauh lebih parah dibandingkan generasi kakeknya. Mereka mengalami gelombang panas tujuh kali lebih banyak, kekeringan tiga kali lebih sering, dan banjir besar dua kali lebih intens.

Survei tersebut juga melihat, 62,4 persen responden merasa bahwa pelibatan orang muda oleh pemerintah masih bersifat tokenisme atau sekadar formalitas tanpa makna.

Dalam pernyataan serupa, Dian Irawati sebagai salah satu pendiri lembaga riset Kawula17 mengungkapkan hasil riset dilakukan oleh lembaganya terhadap 404 responden memperlihatkan dua isu utama yang disoroti oleh masyarakat, yakni inefisiensi pengelolaan sampah (33 persen), dan kerusakan lingkungan akibat tambang (32 persen).

Dia menjelaskan, meningkatnya perhatian terhadap isu-isu ini didorong oleh maraknya publikasi terkait hal-hal yang merusak alam Indonesia, seperti kasus di Raja Ampat yang memicu kampanye #SaveRajaAmpat, serta isu perampasan hutan adat (26 persen).

"Tren ini menunjukkan, dalam dua tahun terakhir kesadaran publik semakin kuat terhadap pentingnya perlindungan ekosistem dan keadilan lingkungan di Indonesia," kata Dian.

Sementara itu, survei terpisah Kawula17 terhadap 1.342 responden muda menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat aktivisme. Sebanyak 42 persen tergolong peserta atau participant dan 35 persen adalah aktivis atau activist.

Artinya, semakin banyak anak muda yang tertarik dan terlibat dalam isu lingkungan, HAM, gender, dan antikorupsi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kementan akan Kurangi Jumla...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.