Amerika Serikat–Tiongkok Siap Tuntaskan Penjualan TikTok pada 30 Oktober
📅 Selasa, 28 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
WASHINGTON – Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent pada Minggu (26/10), mengatakan bahwa Washington dan Beijing telah mencapai “kesepakatan final” terkait pengalihan kepemilikan versi Amerika dari aplikasi media sosial TikTok kepada pemilik baru, hanya beberapa hari sebelum pertemuan puncak antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping.
“Seluruh detail telah dirampungkan, dan kedua pemimpin akan meresmikan transaksi tersebut pada Kamis di Korea,” ujar Bessent dalam program Face the Nation di CBS.
“Tugas saya adalah memastikan pihak Tiongkok menyetujui transaksi ini, dan saya yakin hal itu berhasil kami capai dalam dua hari terakhir,” tambahnya.
Dikutip dari Channel NewsAsia, dengan alasan keamanan nasional, Washington berupaya memisahkan operasi TikTok di AS dari perusahaan induknya di Tiongkok, ByteDance.
Bulan lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan bahwa kendali atas TikTok versi AS akan berada di tangan sekelompok investor asal Amerika, banyak di antaranya merupakan sekutu dekat presiden.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump menyebut bahwa Michael Dell selaku pendiri, ketua, dan CEO Dell Technologies; Rupert Murdoch ketua emeritus Fox Corp, pemilik Fox News dan penerbit News Corp; serta “empat atau lima investor kelas dunia lainnya” akan menjadi bagian dari kesepakatan tersebut.
Jika kesepakatan ini diselesaikan, perusahaan-perusahaan AS akan menguasai lebih dari 80 persen saham TikTok. Raksasa teknologi Oracle dan perusahaan investasi Andreessen Horowitz serta Silver Lake Technology Management disebut akan masuk dalam daftar pemilik baru asal AS.
Dalam perintah eksekutif itu, Trump menyatakan algoritma TikTok akan dilatih ulang dan diawasi oleh mitra keamanan dari perusahaan AS, sementara operasinya akan berada di bawah kendali usaha patungan baru tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perusahaan baru TikTok versi AS itu akan bernilai sekitar 14 miliar dollar AS, menurut Wakil Presiden JD Vance, jauh di bawah perkiraan sejumlah analis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!