Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

JJLS Dikebut, Pemerintah DIY Fokus Tuntaskan Ruas Kelok 18

📅 Senin, 27 Okt 2025, 16:55 WIB | Oleh:
JJLS Dikebut, Pemerintah DIY Fokus Tuntaskan Ruas Kelok 18 Doc: Dok. Freepik

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mempercepat penyelesaian proyek strategis Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang akan menghubungkan Congot di Kabupaten Kulon Progo hingga Duwet di Kabupaten Gunungkidul. Proyek ini diharapkan menjadi urat nadi konektivitas kawasan selatan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Tri Murtoposidi, menyebutkan dari total panjang JJLS mencapai 116,07 kilometer, hanya tersisa ruas Kretek (Parangtritis)–Girijati sepanjang 5,30 kilometer yang masih dalam tahap konstruksi. Ruas jalan yang dikenal dengan sebutan “Kelok 18” atau “luk wolulas” itu ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.

“Jalan di perbukitan Kretek–Girijati dibuat berkelok untuk menyesuaikan kontur alam agar kemiringannya tidak terlalu curam dan lebih aman dilalui kendaraan. Nah, secara kebetulan jumlah keloknya ada 18, sehingga muncul istilah Kelok 18 (luk wolulas),” ujar Tri saat ditemui di Kantor Bidang Bina Marga DPUPESDM DIY, Kamis (23/10).

Menurut Tri, percepatan penyelesaian JJLS merupakan wujud dukungan terhadap visi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang ingin memperkuat pembangunan ke arah selatan. “Pembangunan di wilayah selatan (JJLS) tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Keberadaan JJLS sebagai tulang punggung transportasi di sisi selatan merupakan bentuk dukungan infrastruktur untuk pengembangan kawasan selatan DIY,” jelasnya.

Selain mendukung mobilitas warga, JJLS juga diharapkan menjadi infrastruktur pariwisata yang memperkuat potensi wisata di sepanjang jalur tersebut. “Pembangunan infrastruktur pariwisata memegang peranan penting untuk memajukan industri pariwisata di suatu daerah. Dengan infrastruktur yang memadai, destinasi wisata bisa menawarkan pengalaman yang lebih nyaman, aman, dan menarik bagi wisatawan,” tutur Tri.

Ruas Kelok 18 yang melintasi perbukitan menghadirkan panorama laut selatan yang menakjubkan. Dari ketinggian, pengunjung dapat menikmati pemandangan Pantai Parangtritis, laut selatan, serta keindahan lampu-lampu Jembatan Kretek dan Pandansimo pada malam hari. Tri menambahkan, area tersebut juga akan dilengkapi rest area mini. “Kelok 18 nanti akan dilengkapi tempat istirahat mini dengan kapasitas lebih dari sepuluh mobil, bahkan bisa untuk bus. Lokasinya berada di tengah, di perbatasan Bantul dan Gunungkidul,” ungkapnya.

Ia menargetkan JJLS tersambung sepenuhnya pada akhir 2026. “Harapan kami setelah 2026 JJLS bisa tersambung. Kalau semuanya sesuai rencana, 2026 JJLS tersambung dan pasti arus lalu lintas menjadi lebih ramai. Peningkatan lalu lintas di kawasan selatan dapat menjadi peluang ekonomi,” ujarnya.

Tri juga menyoroti potensi viralnya kawasan wisata baru yang perlu diantisipasi melalui pengelolaan yang baik. “Seperti yang kita lihat setelah Jembatan Pandansimo dibuka dan menjadi viral, keramaian masyarakat meningkat. Hal ini perlu diatur dengan bijak,” katanya.

Lebih lanjut, Tri menilai JJLS akan membantu mengurangi beban lalu lintas di Kota Yogyakarta. “Untuk lalu lintas menerus yang tidak memiliki kepentingan di Kota Yogyakarta, bisa melalui JJLS agar tidak membebani jalur dalam kota,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di DIY kini tidak hanya menekankan fungsi teknis, tetapi juga memperhatikan unsur estetika dan daya tarik wisata. “Kita sudah mengarah ke infrastruktur yang tidak kaku. Lihat saja Jembatan Pandansimo, desainnya mengedepankan keindahan tanpa meninggalkan aspek teknis,” ucap Tri.

Tri berharap kehadiran JJLS dapat membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar. “Keindahan-keindahan di kawasan selatan ini bisa menumbuhkan lokasi wisata baru dan membangkitkan ekonomi masyarakat. Ini salah satu wujud bahwa kita semakin menghadap ke selatan,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Persebaya Tundukkan PSIM Yo...
Luar Negeri
Prabowo Bawa 3 Pesan Indone...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.