Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Cianjur Pastikan KTP WNA Asal Israel Palsu dan Tak Tercatat

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 16:34 WIB | Oleh:
Pemkab Cianjur Pastikan KTP WNA Asal Israel Palsu dan Tak Tercatat Doc: antara foto
Ket. Cek KTP WNA asal Israel

CIANJUR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, memastikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atas nama Aron Geller Warga Negara Asing asal Israel palsu dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak tercatat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Cianjur.

Bupati Kabupaten Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur Minggu (26/10), mengatakan sudah melakukan pengecekan langsung di sistem kependudukan nasional bersama petugas di Kantor Disdukcapil Kabupaten Cianjur dan tidak menemukan KTP-e serta NIK atas nama WNA tersebut.

"Setelah dilakukan pencarian dalam sistem kependudukan nasional data dengan nama Aron Geller tidak ditemukan, sehingga dapat dipastikan KTP WNA yang beredar di media sosial palsu," katanya.

Pihaknya sempat memastikan ke alamat yang tercantum dalam e-KTP atas nama WNA tersebut, dimana tidak ada warga sekitar yang mengenal atau mengetahui ada orang asing di lingkungan tempat tinggalnya, termasuk NIK yang tercantum tidak terbaca di sistem alias blank.

"Ini menjadi pelajaran pentingnya memastikan setiap data atau informasi yang beredar di media sosial, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, sehingga saya pastikan KTP atas nama WNA asal Israel itu palsu," katanya.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya, mengatakan informasi terkait KTP WNA asal Israel tersebut sudah masuk sejak tiga bulan yang lalu, dimana pihaknya sudah memberikan keterangan pada Dirjen Imigrasi tidak ada data WNA tersebut alias palsu.

Saat dicari dalam sistem tidak ditemukan NIK yang tertera dalam e-KTP tersebut, meski menggunakan NIK orang lain, pihaknya memastikan akan muncul datanya, namun setelah beberapa kali pencarian tidak muncul data apapun.

"Bahkan yang paling akurat dapat dilakukan pengecekan chip di dalam e-KTP karena tidak dapat di duplikat untuk data di dalamnya," katanya.

Bahkan pihaknya sudah memastikan ke alamat yang tertera di Kampung Pasirhayam, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, tidak ada yang mengenal nama tersebut, bahkan ketua RT/RW serta warga memastikan tidak ada warga asing yang tinggal di wilayah mereka.

"Masyarakat dapat memastikan e-KTP yang mencurigakan saat melakukan transaksi bisnis, dengan cara melakukan pengecekan langsung ke Kantor Disdukcapil Cianjur," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Benyamin S Award untuk Tingkatkan Kinerja Kelurahan

36 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Benyamin S Award untuk Ting...
SEJARAH

4.000 Artefak Terkumpul dari Proyek MRT

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
4.000 Artefak Terkumpul dar...

Pelantikan Wakil Panglima TNI

55 menit yang lalu | Ones

Nasional
Pelantikan Wakil Panglima TNI
Luar Negeri
Aktor Bollywood Imran Khan ...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.