Pemkot Bengkulu Imbau Warga Tidak Beli BBM Berlebihan
📅 Kamis, 27 Agu 2026, 14:36 WIB | Oleh: SujarKota Bengkulu - , 27/8 (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu Provinsi Bengkulu mengimbau masyarakat di wilayah tersebut tidak panik dan membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara berlebihan.
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Medy Pebriansyah di Bengkulu, Kamis, mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu sudah memastikan ketersediaan dan pasokan BBM di wilayah Bengkulu khususnya Kota Bengkulu dalam kondisi aman dan mencukupi.
"Terkait antrean BBM, sebenarnya kita dari Pemda bersama Forkopimda dan Polresta terus-menerus menyosialisasikan ke warga masyarakat agar tidak panik dan tidak membeli berlebihan. Stoknya ada, mudah-mudahan tidak ada kelangkaan," kata Medy Pebriansyah di Bengkulu, Kamis.
Ia menyebutkan antrean yang terjadi di sejumlah SPBU tidak perlu disikapi dengan kepanikan, masyarakat diminta membeli BBM subsidi sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan.
Sebab, pemerintah kota terus melakukan pemantauan terkait kondisi pasokan BBM di lapangan, dan berkoordinasi dengan Pertamina untuk menjaga distribusi tetap aman dan kondusif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Medy meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan sebab dapat memperpanjang antrean dan menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
"Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina. Kalau warga panik dan mulai menimbun, nah itu yang berpotensi jadi ricuh dan 'crowded'. Imbauan kita dari Pemda seperti itu," ujar dia.
Oleh karena itu, pemerintah kota berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang dapat memicu kepanikan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan pengawasan dan koordinasi lintas instansi, pasokan BBM diharapkan tetap terjaga sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara normal.
Dirinya juga mengajak masyarakat dapat menggunakan BBM secara bijak dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan sehari-hari, tanpa melakukan penimbunan dan jika ada oknum yang nekat melakukan penyalahgunaan BBM, seperti penimbunan menurutnya pasti akan ditindak pihak berwenang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!