Ketua TP PKK: Festival Bebay Butabuh Perkuat Identitas Budaya Lampung
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 16:35 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
BANDARLAMPUNG - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari mengatakan Festival Bebay Butabuh menjadi salah satu upaya memperkuat identitas budaya Lampung.
"Festival Bebay Butabuh bukan sekedar hiburan, tetapi momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya Lampung, terutama dalam pengembangan musik tradisional. Ini menjadi tanggung jawab semua pihak seperti masyarakat, tokoh budaya, dan generasi muda, untuk terus menjaga serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya Lampung,” katanya melalui keterangan di Bandarlampung, Jumat.
Dalam pelaksanaan Festival Bebay Butabuh, lanjutnya, perempuan juga diajak untuk berperan dalam pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.
“Peserta festival ini adalah wanita-wanita hebat dari 15 kabupaten serta kota di Provinsi Lampung. Mereka membuktikan bahwa perempuan memiliki peran setara dalam memajukan seni dan budaya. Melalui seni, perempuan ikut menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus,” kata Purnama Wulan Sari.
Ia berharap kekayaan budaya Lampung dapat terus dipromosikan hingga ke tingkat nasional dan internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebelum ke tingkat dunia, mari kita mulai dari rumah sendiri. Bandara, hotel, hingga pusat kuliner, harus menjadi ruang hidup bagi budaya Lampung. Jika itu terwujud, maka dunia akan mengenal Lampung melalui musik, kuliner, dan intervensi masyarakatnya," ucap dia.
Menurut dia, Festival Bebay Butabuh menjadi salah satu bentuk sinergi nyata antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Dewan Kesenian Lampung, dan TP PKK Lampung dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan daerah.
"Tahun ini festival diikuti 287 peserta dari 15 kabupaten serta kota, yang kemudian diseleksi menjadi 205 peserta dari 15 grup terbaik," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanggapan tambahan dikatakan oleh Ketua Dewan Kesenian Lampung Satria Bangsawan.
"Festival ini bukan hanya sekedar perlombaan, tetapi sarana untuk merawat filosofi kehidupan masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi peran perempuan dalam keluarga serta pelestarian budaya," katanya.
Peran ibu atau bebay sangat vital, kata dia, dengan mewariskan nilai budaya dan seni kepada anak sebagai generasi penerus.
"Kekayaan budaya Lampung mulai dari musik tradisional, seperti gamolan serta gitar klasik Lampung, hingga kuliner khas harus dihadirkan di berbagai ruang publik," tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!