Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendapatan DKI Jakarta Capai Rp29,29 Triliun, PBB Jadi Penyumbang Terbesar

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendapatan DKI Jakarta Capai Rp29,29 Triliun, PBB Jadi Penyumbang Terbesar Doc: Antara
Ket. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati dalam konferensi pers Realisasi APBD Triwulan II Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (22/7).

Jakarta – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta mencatat realisasi pendapatan daerah hingga Triwulan II 2026 mencapai Rp29,29 triliun atau 41 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp71,45 triliun.

Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati mengatakan capaian tersebut masih berada pada jalur yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

"Kinerja pendapatan sampai dengan Triwulan II masih sesuai dengan target yang sudah ditetapkan," kata Lusiana dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7).

Dari total realisasi tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang Rp26,65 triliun, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp2,64 triliun.

Realisasi PAD terdiri atas:

  • Pajak daerah: Rp23,88 triliun
  • Retribusi daerah: Rp580 miliar
  • Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan: Rp50 miliar
  • Lain-lain PAD yang sah: Rp2,13 triliun

Lusiana menjelaskan, penerimaan pajak daerah pada Triwulan II 2026 tumbuh 1,39 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang menunjukkan kinerja positif berkat kebijakan insentif pajak.

Hingga 30 Juni 2026, realisasi penerimaan PBB-P2 telah mencapai Rp8,7 triliun dari target Rp11 triliun.

"PBB sampai dengan 30 Juni sudah terealisasi Rp8,7 triliun dari total anggaran Rp11 triliun karena insentif yang diberikan melalui Keputusan Gubernur Nomor 339 Tahun 2026. Untuk PBB di DKI tidak ada gejolak dalam pemungutannya, tumbuh 5,74 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Lusiana.

Untuk mengejar target pendapatan sebesar Rp71,45 triliun hingga akhir tahun, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat pengawasan kepatuhan wajib pajak melalui pemasangan Electronic Transaction Perporation Agent (E-TRAPT).

Menurut Lusiana, hingga Juli 2026 sebanyak 5.900 perangkat E-TRAPT telah terpasang, sementara sekitar 4.000 wajib pajak lainnya telah menyatakan komitmen untuk memasang sistem tersebut.

"Sampai bulan ini sudah 5.900 yang terpasang E-TRAP, dan sekitar empat ribu lagi sudah berkomitmen untuk memasangnya. Jadi tahun ini kemungkinan bisa mencapai lebih dari 10 ribu pemasangan," katanya.

Rasionalisasi APBD

Sementara itu, di sisi lain, Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengingatkan pentingnya melakukan rasionalisasi APBD 2026 sebagai langkah mitigasi terhadap potensi risiko ekonomi, khususnya akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurut dia, penyesuaian anggaran perlu dilakukan agar program pembangunan, pelayanan publik, dan proyek-proyek pemerintah tetap berjalan optimal di tengah ketidakpastian ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.