Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Ingatkan Warga NTB untuk Bersiap Hadapi Puncak Kemarau

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 13:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Ingatkan Warga NTB untuk Bersiap Hadapi Puncak Kemarau Doc: ANTARA
Ket. Peta pemantauan hari tanpa hujan berturut-turut di wilayah Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk bersiap menghadapi puncak musim kemarau yang diprakirakan terjadi pada Agustus 2026.

Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Ari Wibianto, mengimbau masyarakat agar bijak menggunakan air dan tidak sembarangan menyalakan api di area terbuka.

"Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di hampir seluruh wilayah NTB (89 sampai 90 persen wilayah)," ujar dia saat dihubungi di Mataram, Rabu (22/7).

BMKG mencatat sejumlah wilayah di NTB telah mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Kondisi kekeringan ekstrem tersebut masih terus meluas seiring berlangsungnya musim kemarau.

Ari menyampaikan monsun Australia yang menguat menyebabkan massa udara yang bersifat kering memasuki wilayah Indonesia, sehingga berpengaruh terhadap laju pertumbuhan awan.

Selain itu, aktivitas gelombang atmosfer juga sedang tidak aktif di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Pada akhir Juli 2026, BMKG memprakirakan peluang hujan sangat kecil hanya kurang dari 10 persen hingga 20 persen di Pulau Lombok.

Sementara di Pulau Sumbawa, peluang hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian berkisar 10 sampai 60 persen, terutama di wilayah bagian selatan.

Pemerintah NTB telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi musim kemarau panjang tahun ini melalui optimalisasi sumur bor menggunakan sistem irigasi perpompaan guna mengairi lahan-lahan pertanian.

Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat juga telah meminta petani untuk mempercepat masa tanam dan menyesuaikan jenis tanaman sesuai kondisi cuaca demi menghindari dampak kerugian akibat gagal panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.