Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Melemah Tipis: Profit Taking Akhir Pekan, Cermin Pasar Mulai Kehilangan Arah?

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melemah Tipis: Profit Taking Akhir Pekan, Cermin Pasar Mulai Kehilangan Arah? Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S
Ket. Pekerja melintas di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada akhir pekan, seiring aksi profit taking yang dilakukan investor setelah reli beberapa hari terakhir.

Koreksi ringan ini terbilang wajar, mengingat sebagian pelaku pasar memilih mengamankan keuntungan menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Secara teknikal, pelemahan IHSG lebih mencerminkan konsolidasi sehat ketimbang sinyal negatif.

Sentimen eksternal seperti pergerakan bursa global, harga komoditas, dan arah kebijakan suku bunga bank sentral utama masih menjadi faktor penentu arah pasar ke depan.

Dengan fundamental ekonomi domestik yang relatif stabil dan arus dana asing yang belum menunjukkan pembalikan besar, pasar saham Indonesia masih memiliki ruang untuk rebound dalam pekan mendatang—terutama jika rilis data ekonomi dan kinerja emiten mampu menjaga optimisme investor.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (24/10) sore ditutup melemah 2,63 poin atau 0,03 persen ke posisi 8.271,72 tipis seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar menjelang akhir pekan (weekend).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 stagnan di posisi 828,10.

“Ekspektasi akan penurunan suku bunga The Fed pada pekan depan menjadi faktor positif,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung melakukan profit taking di pasar saham menjelang akhir pekan. Adapun, sepanjang pekan IHSG didominasi penguatan yang ditopang oleh kebijakan dan data-data ekonomi domestik yang memberikan sentimen positif ke pasar.

Bank Indonesia (BI) melaporkan kredit perbankan tumbuh 7,70 persen year on year (yoy) pada September 2025, sedangkan data uang beredar dalam arti luas (money supply M2) bulan September 2025 meningkat 8 persen (yoy) menjadi Rp9.771,3 triliun.

Di sisi lain, BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75 persen dalam pertemuan Oktober 2025.

Pelaku pasar juga mencermati laporan keuangan periode kuartal III-2025 dari perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI, yang terpantau mengalami pertumbuhan.

Dari mancanegara, pada pekan depan, pelaku pasar akan fokus memperhatikan pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada Rabu (29/10), yang mana konsensus memproyeksikan The Fed akan menurunkan suku bunga 25 bps menjadi 4 persen.

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan pada Kamis (30/10), yang diharapkan dapat mencairkan ketegangan hubungan dagang antara kedua negara tersebut.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.