Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BBM Etanol Bikin Korosi Kendaraan Anda? Benarkah? Simak Penjelasan Pakar

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 04:37 WIB | Oleh:
BBM Etanol Bikin Korosi Kendaraan Anda? Benarkah? Simak Penjelasan Pakar Doc: ANTARA/HO-PT Pertamina Patra Niaga
Ket. Uji coba penggunaan Bioethanol E10 di kendaraan jenis mobil.

JAKARTA - Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Ir. Ronny Purwadi, M.T., Ph.D meluruskan isu di masyarakat mengenai sifat dari etanol, yang disebut-sebut korosif dan tidak baik untuk mesin.

“Etanol memang bersifat higroskopis, artinya bisa menyerap air. Tapi higroskopis bukan berarti korosif,” kata dia di Jakarta, Senin (20/10).

Hal ini diungkapkan Ronny menyusul rencana pemerintah untuk mengimplementasikan bahan bakar E10 mulai tahun depan, disusul kekhawatiran dari sebagian masyarakat mengenai potensi etanol yang digadang-gadang korosif dan dapat merusak mesin kendaraan.

Namun, peneliti dengan fokus ahli teknologi pengolahan biomassa dan pangan tersebut menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat dan perlu diluruskan.

Ia menjelaskan bahwa dalam campuran bahan bakar seperti E10, air yang masuk akan diserap oleh etanol, bukan oleh minyak. Namun, keberadaan air tidak serta-merta menyebabkan korosi.

Menurutnya, korosi hanya terjadi jika beberapa syarat terpenuhi, seperti bahan logam yang tidak dilapisi pelindung atau dibiarkan dalam kondisi lembap terus-menerus.

Ia mencontohkan bahwa air dalam botol minum stainless steel atau pipa yang dilapisi tidak serta-merta menyebabkan karat.

“Hal-hal seperti itu yang memang tidak terekspos sehingga orang pikir higroskopis pasti korosi, belum tentu. Yang jelas kontak dengan air tidak selalu karatan, itu yang mungkin kita harus fair dalam hal mengamati itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kendaraan modern saat ini umumnya sudah dirancang untuk kompatibel dengan bahan bakar campuran seperti E10, bahkan campuran kadar etanol lebih tinggi.

“Kalau misalnya mobilnya sudah dipersiapkan dengan baik saya rasa tidak perlu takut.” tambahnya.

Selain isu korosi, peneliti tersebut juga menyoroti keuntungan lain dari penggunaan etanol, yakni rendahnya kandungan sulfur.

Berbeda dengan bensin yang berasal dari minyak bumi dan mengandung sulfur, etanol memiliki kadar sulfur yang sangat rendah. Oleh karena itu, pencampuran etanol dalam bensin, salah satunya produk E10, justru dapat membantu menurunkan total emisi sulfur yang dilepaskan.

Etanol, menurut Ronny, juga menghasilkan emisi CO2 yang rendah, serta tidak meninggalkan residu karbon padat.

"Di Brasil, etanol merupakan bahan bakar yang umum untuk kendaraan, 80 persen flexy-fuel vehicle, di Swedia ini juga sudah umum bahkan digunakan untuk bahan bakar transportasi umum, sedangkan di Amerika Seikat, Eropa, India, dan Thailand juga sudah menargetkan penggunaan E10," imbuh Ronny.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.