Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Pasar Rebo Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal, Fahira Idris Apresiasi dan Dukung Polisi

📅 Senin, 16 Mar 2026, 23:08 WIB | Oleh:
Warga Pasar Rebo Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal, Fahira Idris Apresiasi dan Dukung Polisi Doc: DPD RI
Ket. Anggota DPD RI Fahira Idris mengapresiasi keberanian warga Pasar Rebo yang melaporkan peredaran obat keras ilegal. Polisi bergerak cepat melakukan penggerebekan dan menangkap terduga pelaku.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris menyampaikan apresiasi kepada warga Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang berani bersuara dan melaporkan maraknya peredaran obat keras ilegal di lingkungan mereka. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan penggerebekan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat penjualan obat keras ilegal dan menangkap terduga pelaku atau pengedar.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang berani bersuara dan kepada aparat kepolisian yang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa upaya melawan peredaran obat keras ilegal harus menjadi gerakan bersama antara masyarakat dan aparat,” ujar Fahira Idris di Jakarta, Senin (16/3).

Senator Jakarta ini mengungkapkan, kasus yang terungkap di sejumlah wilayah Jakarta menunjukkan bahwa peredaran obat keras ilegal masih menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara komprehensif. Dalam beberapa pengungkapan kasus terbaru, aparat kepolisian berhasil menyita ribuan butir obat keras seperti tramadol, hexymer, dan trihexyphenidyl yang diedarkan tanpa resep dokter melalui berbagai modus kamuflase, mulai dari toko kelontong hingga konter pulsa.

Menurut Senator Jakarta ini, obat keras yang seharusnya hanya bisa diperoleh melalui resep dokter kini justru beredar secara bebas di tengah masyarakat. Kondisi ini sangat berbahaya karena obat-obatan tersebut memiliki efek samping serius dan berpotensi menyebabkan ketergantungan serta gangguan kesehatan jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.

Ia juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan dari penyalahgunaan obat keras ilegal tersebut. Dalam sejumlah kasus, obat keras kerap disalahgunakan oleh remaja dan menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya aksi tawuran karena efeknya yang dapat menimbulkan halusinasi serta rasa percaya diri yang berlebihan.

Maraknya peredaran obat keras ilegal, kata Fahira Idris menunjukkan bahwa persoalan ini tidak bisa hanya diselesaikan melalui penindakan hukum semata, tetapi membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Fahira menyampaikan sejumlah aksi konkret yang dapat dilakukan bersama untuk mencegah dan memberantas peredaran obat keras ilegal di Jakarta.

Pertama, penguatan pengawasan terpadu antara aparat penegak hukum, BPOM, dan pemerintah daerah terhadap titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi penjualan obat keras ilegal, termasuk kios kecil, toko kelontong, dan konter telepon seluler yang kerap dijadikan kedok penjualan.

Kedua, penindakan tegas terhadap jaringan pemasok dan distributor utama. Menurut Fahira Idris, upaya penegakan hukum harus mampu menelusuri jaringan distribusi hingga ke tingkat pemasok agar mata rantai peredaran obat keras ilegal benar-benar terputus.

Ketiga, penguatan peran masyarakat melalui mekanisme pelaporan cepat. Fahira Idris menilai keberhasilan pengungkapan sejumlah kasus belakangan ini menunjukkan bahwa informasi dari masyarakat menjadi faktor penting dalam membongkar praktik ilegal tersebut.

Keempat, edukasi publik secara masif mengenai bahaya penyalahgunaan obat keras, terutama kepada kalangan remaja dan pelajar. Program edukasi ini dapat dilakukan melalui sekolah, komunitas pemuda, serta berbagai platform digital.

Kelima, penguatan pengawasan distribusi obat di tingkat hulu, termasuk pengawasan terhadap jalur distribusi farmasi agar obat keras tidak mudah bocor ke pasar ilegal.

Keenam, pembentukan gerakan lingkungan bebas obat keras ilegal yang melibatkan tokoh masyarakat, RT/RW, komunitas pemuda, serta berbagai elemen masyarakat di tingkat lokal.

“Peredaran obat keras ilegal bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan kesehatan masyarakat dan masa depan generasi muda. Karena itu, upaya pencegahan dan pemberantasannya harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap momentum keberanian warga melaporkan peredaran obat keras ilegal di lingkungan mereka dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Jakarta untuk tidak ragu melaporkan praktik serupa

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

14 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.