Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada Oli Palsu! Kenali Ciri-cirinya Agar Tak Salah Beli saat Harga Melonjak

📅 Minggu, 19 Jul 2026, 13:58 WIB | Oleh:
Waspada Oli Palsu! Kenali Ciri-cirinya Agar Tak Salah Beli saat Harga Melonjak Doc: ANTARA/Putra M. Akbar
Ket. Montir memperbaiki sepeda motor saat pelayanan servis dan ganti oli gratis di Kantor Kecamatan Kota Tangerang, Banten.

JAKARTA - Harga oli kendaraan dilaporkan mengalami kenaikan di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah kondisi tersebut, konsumen diimbau lebih teliti saat membeli pelumas karena peredaran oli palsu berpotensi meningkat seiring naiknya harga produk asli.

Sejumlah pemilik bengkel dan pelaku usaha suku cadang menyebut kenaikan harga oli dipengaruhi oleh meningkatnya biaya produksi pelumas, kenaikan harga bahan baku (base oil dan aditif), menguatnya dolar Amerika Serikat, serta meningkatnya biaya distribusi dan logistik. Faktor-faktor tersebut membuat produsen melakukan penyesuaian harga jual di pasaran.

Di sisi lain, kenaikan harga minyak mentah dunia juga memberikan dampak terhadap industri pelumas. Sebab, sebagian besar bahan baku oli berasal dari hasil pengolahan minyak bumi. Ketika harga minyak mentah dan biaya impor meningkat, biaya produksi pelumas ikut terdongkrak sehingga produsen menyesuaikan harga produk.

Kondisi tersebut membuat konsumen perlu lebih waspada terhadap peredaran oli palsu yang dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga pasaran.

Oli palsu dapat mengurangi kemampuan pelumasan mesin sehingga berisiko menyebabkan keausan komponen, mesin cepat panas, hingga memperpendek usia mesin kendaraan. Dalam jangka panjang, penggunaan oli palsu juga dapat meningkatkan biaya perbaikan kendaraan.

Berikut beberapa ciri oli palsu yang perlu diwaspadai, merangkum dari berbagai sumber kompeten:

1. Kemasan terlihat tidak rapi

Oli asli umumnya memiliki botol berkualitas baik, segel masih utuh, tutup rapat, serta label dengan warna dan tulisan yang jelas. Sebaliknya, oli palsu sering menggunakan kemasan dengan hasil cetak buram, warna pudar, atau segel yang tampak pernah dibuka.

2. Kode produksi dan nomor batch tidak jelas

Setiap oli asli biasanya memiliki kode produksi dan nomor batch yang tercetak rapi serta mudah dibaca. Jika kode tampak buram, mudah terhapus, atau tidak sesuai dengan informasi produk, konsumen sebaiknya tidak membeli produk tersebut.

3. Warna dan tekstur oli tidak normal

Oli asli memiliki warna yang jernih sesuai jenisnya, tekstur homogen, dan tidak mengandung endapan. Sementara itu, oli palsu terkadang tampak keruh, terlalu encer atau terlalu kental, serta memiliki kotoran atau endapan.

4. Memiliki bau yang tidak wajar

Oli palsu dapat mengeluarkan aroma yang lebih menyengat atau berbeda dari karakteristik pelumas asli karena menggunakan bahan baku yang tidak sesuai standar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Wilayah Baltik Memanas: NAT...
Luar Negeri
Larry the Cat Todong PM Bar...
Luar Negeri
Kilang Minyak Utama Kuwait ...
Shin Tae-yong bawa Persija TC di Tailan, Asah Kekuatan Songsong Musim Baru

Shin Tae-yong bawa Persija TC di Tailan, Asah Kekuatan Songsong Musim Baru

19 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.