Pemerintah Harus Jamin Keberlanjutan Usaha Para Investor
📅 Senin, 20 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Jika kepastian hukum terjamin, modal investasi tidak hanya masuk, tapi juga tumbuh dan menetap di Indonesia.
JAKARTA - Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari rata-rata saat ini di 5 persen, Pemerintah harus memperbesar kontribusi investasi sebagai salah satu pilar penopang.
Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, perekonomian saat ini memang harus memperkuat sektor pengeluaran pemerintah dan investasi.
“Sudah tepat pemberian bantuan langsung tunai ke keluarga miskin dilanjutkan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Namun demikian, investasi langsung sangat perlu ditingkatkan untuk pembangunan dan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Suhartoko.
Apalagi, jika investasi didominasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dinilai akan lebih mendukung kemandirian pembangunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Namun demikian kepastian hukum, perizinan dan keamanan wajib untuk ditingkatkan,”tegas Suhartoko.
Kepastian hukum jelasnya sangat dibutuhkan oleh investor karen terkait jaminan keberlanjutan usahanya. Perizinan juga diharapkan tidak berbelit belit, begitu juga gangguan keamanan. Jangan sampai menimbulkan pembengkakan biaya.
Dengan situasi saat ini dan penguasaan teknologi sumber daya manusia (SDM), maka yang diperhatikan adalah teknologi tepat guna yang menyerap tenaga kerja sesuai kapasitasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menegaskan yang lebih penting sebenarnya memastikan investasi itu berkualitas atau bukan, sebab masalah selama ini ialah kualitas investasi memburuk.
Data di Sakernas (Survei angkatan kerja nasional) yang diolah Celios juga menunjukkan kualitas kerja penduduk makin menurun. Proporsi pekerja yang menerima upah di bawah UMP (upah minimum provinsi) meningkat tajam secara nasional dari 63 persen pada 2021 menjadi 84 persen pada 2024. Atau ada 109 juta pekerja bergaji dibawah UMP.
Oleh sebab itu, diperlukan motor investasi baru yang mampu menjawab kualitas pertumbuhan ekonomi. Salah satunya investasi di sektor transisi energi dengan potensi 96 juta lapangan kerja.
“Energi terbarukan jadi tren investasi yang menciptakan lanskap industri domestik mulai dari baterai penyimpanan, komponen pembangkit hingga jasa instalasi di berbagai daerah,” kata Bhima.
Sinyal Positif
Diminta terpisah, Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi mengapresiasi capaian realisasi investasi triwulan III-2025 yang menembus rekor tertinggi dalam 18 tahun terakhir, yakni mencapai 491,4 triliun rupiah dengan kontribusi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 56,86 persen. Angka tersebut jelasnya menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap stabilitas dan arah pertumbuhan ekonomi nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!