Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Rendam Kabupaten Tangerang, PMI Kerahkan 160 Relawan dan Dirikan 11 Posko

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 18:23 WIB | Oleh:
Banjir Rendam Kabupaten Tangerang, PMI Kerahkan 160 Relawan dan Dirikan 11 Posko Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Ketua PMI Kabupaten Tangerang Soma Atmaja meninjau lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten.

KABUPATEN TANGERANG - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang, Banten, mengerahkan 160 relawan dan membangun 11 posko layanan untuk membantu warga terdampak banjir yang melanda sejumlah kecamatan di wilayah tersebut akibat hujan berintensitas tinggi.

Ketua PMI Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, di Tangerang, Minggu, mengatakan bahwa pengerahan ratusan relawan dan belasan posko ini dilakukan di sejumlah wilayah kecamatan yang terdampak banjir sejak pekan lalu, di antaranya di Jayanti, Tigaraksa, Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler.

"Sebelumnya beberapa titik banjir sempat surut, namun curah hujan kembali tinggi, akhirnya 11 wilayah kecamatan kembali tergenang banjir, seperti, di Perumahan Taman Cikande," ujarnya.

Ia menyebutkan, bencana banjir akibat cuaca ekstrem hingga meluapnya beberapa Sungai Cidurian membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang terendam banjir parah.

Kendati demikian, pihaknya langsung mengerahkan para relawan PMI untuk membantu para korban banjir di Kabupaten Tangerang. Selain relawan, pihaknya juga telah memberikan bantuan logistik dan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

"Sebanyak 160 relawan kita kerahkan untuk membantu para korban banjir di seluruh Kabupaten Tangerang, perahu karet kita terjunkan untuk evakuasi warga, dan juga bantuan logistik seperti sembako, hygiene kit, baby kit, clean kit," katanya.

PMI Kabupaten Tangerang juga telah membangun posko untuk para korban banjir di 11 wilayah kecamatan, di antaranya Jayanti, Tigaraksa, Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler.

Menurut dia, posko layanan ini dapat digunakan untuk pengungsian dan bantuan kesehatan yang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Soma berharap banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Tangerang bisa segera surut, khususnya yang berada di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, di mana titik ini merupakan titik banjir terdalam.

"Semoga banjir bisa segera surut, aktivitas masyarakat bisa kembali normal," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.