Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Universitas Udayana Tegas Tindak Kasus Dugaan Perundungan Mahasiswa Sosiologi yang Meninggal

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 18:00 WIB | Oleh:
Universitas Udayana Tegas Tindak Kasus Dugaan Perundungan Mahasiswa Sosiologi yang Meninggal Doc: Pexels

JAKARTA - Universitas Udayana di Bali memastikan akan menjatuhkan sanksi disipliner terhadap sejumlah mahasiswa yang diduga terlibat dalam kasus perundungan terhadap Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Sosiologi semester tujuh yang meninggal setelah jatuh dari gedung kampus pada Rabu lalu. Kasus ini mengguncang lingkungan akademik dan memunculkan keprihatinan luas soal keamanan serta empati di lingkungan perguruan tinggi.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Denpasar. Menurut keterangan saksi, Timothy ditemukan tergeletak di dekat pintu utama gedung setelah diduga jatuh dari lantai dua. Korban sempat masih sadar dan dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WITA.

“Korban adalah mahasiswa berprestasi dengan IPK di atas 3,5. Namun, menurut keterangan keluarga, korban sempat menjalani konseling psikologis sejak SMA dan berhenti ketika kuliah,” ujar Dewi Pascarini, Kepala Humas Universitas Udayana.

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, pihak universitas menyatakan mengutuk keras segala bentuk kekerasan, pelecehan, atau perundungan, baik di dunia nyata maupun ruang digital. Udayana menilai tindakan seperti itu bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan tinggi dan etika akademik.

“Universitas Udayana menolak segala ekspresi, komentar, atau tindakan yang tidak berempati, mengandung perundungan, atau kekerasan verbal maupun psikologis, baik di kehidupan nyata maupun dunia maya,” tulis pernyataan resmi universitas.

Pihak kampus berjanji akan menindak tegas siapapun yang terbukti terlibat, sekaligus memperkuat edukasi mengenai etika komunikasi dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab bagi mahasiswa. “Setiap bentuk kekerasan, perundungan, atau perilaku yang merendahkan martabat komunitas akademik akan ditangani sesuai dengan peraturan universitas,” lanjut pernyataan itu.

Udayana menegaskan tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas berdasarkan hasil investigasi dari satuan tugas internal dan otoritas terkait. Sebagai langkah awal, mahasiswa yang tengah diperiksa akan mendapat nilai gagal di seluruh mata kuliah pada semester ini.

Investigasi kampus akan dilakukan secara tertutup sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan No. 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Langkah ini diambil untuk menjamin proses yang adil sekaligus menjaga privasi semua pihak yang terlibat.

Pihak universitas juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait percakapan daring yang disebut-sebut terjadi sebelum kematian Timothy. Dalam hasil rapat koordinasi antara pihak FISIP, Dewan Perwakilan Mahasiswa, dan Himpunan Mahasiswa Sosiologi, dipastikan bahwa percakapan tersebut terjadi setelah insiden, bukan sebelumnya.

“Berdasarkan hasil rapat koordinasi antara fakultas, DPM, dan himpunan mahasiswa, dapat dipastikan percakapan di media sosial terjadi setelah kejadian, bukan sebelumnya,” tegas pihak universitas dalam pernyataan tertulis.

Universitas Udayana juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Timothy Anugerah Saputra. “Kami sangat berduka atas kepergian salah satu mahasiswa terbaik kami. Universitas menyampaikan simpati yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan dan seluruh komunitas akademik,” tulis pihak kampus.

“Lingkungan kampus harus menjadi tempat yang aman dan penuh empati, bebas dari segala bentuk kekerasan. Setiap tindakan yang melanggar martabat manusia dan kehormatan akademik akan ditindak secara tegas,” tambah pernyataan tersebut.

Seiring dengan meningkatnya perhatian publik terhadap kasus ini, enam mahasiswa yang terlibat dalam perundungan daring telah mengakui kesalahan mereka dan menyampaikan permintaan maaf terbuka di media sosial. Kasus ini menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia untuk terus memperkuat budaya empati, etika digital, dan perlindungan psikologis bagi seluruh mahasiswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kementan akan Kurangi Jumlah Impor Domba dan Kambing

45 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kementan akan Kurangi Jumla...
Luar Negeri
New Zealand Dilanda Tren Ke...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

HUT Jakarta ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum 27-28 Juni 2026

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.