Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Knicks Jadi Simbol Ketangguhan New York, Satukan Kota dalam Perburuan Gelar NBA Bersejarah

📅 Senin, 08 Jun 2026, 00:20 WIB | Oleh:
Knicks Jadi Simbol Ketangguhan New York, Satukan Kota dalam Perburuan Gelar NBA Bersejarah Doc: AFP
Ket. Ilustrasi pendukung New York Knicks.

NEW YORK – Saat New York bersiap menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, suasana kota justru lebih didominasi warna biru dan oranye milik New York Knicks. Antusias warga terhadap tim basket kebanggaan mereka mencapai titik tertinggi setelah Knicks semakin dekat dengan gelar juara NBA pertama dalam lebih dari setengah abad.

Knicks kini memimpin 2-0 atas San Antonio Spurs dalam seri final NBA yang menggunakan format best-of-seven. Setelah memenangi dua laga awal, pertandingan ketiga dan keempat kini akan digelar di New York, membuat euforia semakin terasa di seluruh penjuru kota.

Bagi banyak warga, Knicks bukan sekadar tim olahraga. Mereka dianggap sebagai representasi karakter New York yang tangguh, pekerja keras, dan pantang menyerah.

"Knicks adalah New York dalam bentuk terbaiknya saat ini," kata John Patrick Walsh, penggemar berusia 65 tahun yang berasal dari keluarga pendukung Knicks.

"Semua orang menjadi penggemar Knicks bersama-sama. Ini seperti keluarga besar, penuh kebersamaan dan cinta," ujarnya di sekitar Madison Square Garden, markas legendaris Knicks.

Kawasan di sekitar Madison Square Garden berubah menjadi titik kumpul ribuan penggemar yang datang untuk merayakan perjalanan tim mereka menuju gelar juara.

Atmosfer pertandingan juga semakin semarak dengan kehadiran sejumlah selebritas pendukung setia Knicks yang rutin duduk di sisi lapangan, termasuk Spike Lee, Timothee Chalamet, dan Ben Stiller.

Melanie Mendoza, seorang pelayan di Bourbon and Branch, bar yang berada tidak jauh dari Madison Square Garden, mengatakan atmosfer kota berubah drastis setiap kali Knicks bermain.

"Suasananya sangat energik dan penuh kegembiraan," katanya. "Bahkan jika Anda tidak tahu apa-apa tentang basket, Anda tetap akan terbawa oleh atmosfer dan semangat itu. Orang-orang benar-benar larut dalam kegembiraan."

Awalnya, pemerintah kota melarang acara nonton bersama di luar arena selama babak playoff setelah beberapa insiden kericuhan dan penangkapan. Namun, seiring meningkatnya antusiasme publik, acara tersebut akhirnya diizinkan kembali untuk sisa rangkaian final NBA.

Menurut sosiolog olahraga Jay Coakley dari University of Colorado, basket memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan perkotaan New York.

"Basket adalah permainan yang cepat, dan itu mencerminkan ritme kehidupan kota, terutama kehidupan di New York," ujarnya.

Hal tersebut menjelaskan mengapa Knicks tetap memiliki basis pendukung yang luar biasa besar meskipun sejumlah tim olahraga New York lainnya, seperti New York Yankees atau New York Giants, memiliki sejarah prestasi yang lebih gemilang.

Coakley juga menilai Knicks menjadi simbol kebersamaan bagi masyarakat imigran yang sangat beragam di New York. Dukungan terhadap tim menjadi ruang bersama yang melampaui perbedaan latar belakang budaya dan sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Yen Jepang Babak Belur Diha...
Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

Nanik S Deyang Mundur, Wamentan Sudaryono Siap Emban Amanah sebagai Kepala BGN

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.