Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Saham Asia Anjlok Setelah Trump Kembali Picu Perselisihan Tarif

📅 Senin, 13 Okt 2025, 11:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Saham Asia Anjlok Setelah Trump Kembali Picu Perselisihan Tarif Doc: AP
Ket. Pasar di seluruh Asia merosot ke zona merah, dengan Hong Kong turun lebih dari 2% dan Shanghai lebih dari 1%.

HONG KONG - Pasar Asia anjlok pada hari Senin (13/10) setelah Presiden AS Donald Trump menghidupkan kembali perang dagangnya dengan Tiongkok dengan mengancam akan mengenakan tarif 100 persen pada barang-barang dari negara tersebut.

Namun, kerugian tersebut sedikit diredakan oleh nada yang lebih mendamaikan pada hari Minggu (12/10) ketika Trump menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai "respected".

Trump menulis di media sosial pada hari Jumat, ia akan mengenakan tarif tambahan 100 persen pada Tiongkok dan mengancam akan membatalkan pertemuan puncak dengan Xi, dengan mengutip pembatasan ekspor Beijing pada mineral tanah jarang yang digunakan dalam berbagai barang termasuk telepon pintar, kendaraan listrik, dan perangkat keras militer.

Pungutan tambahan AS, ditambah kontrol ekspor pada "semua perangkat lunak penting apa pun" akan berlaku mulai 1 November sebagai balasan atas tindakan Beijing yang disebutnya "luar biasa agresif".

"Tidak ada cara bagi Tiongkok untuk dibiarkan 'menawan' dunia," katanya.

Produk-produk Tiongkok saat ini menghadapi tarif AS sebesar 30 persen, sementara tarif balasan Beijing saat ini sebesar 10 persen.

Ledakan itu membuat Wall Street terpuruk, Nasdaq kehilangan lebih dari tiga persen, dan terjadi saat para investor sudah gelisah atas lonjakan yang dipimpin teknologi baru-baru ini yang telah memicu ketakutan akan gelembung saham.

Namun, para investor sedikit terhibur dengan postingannya pada hari Minggu yang mengatakan, "AS ingin membantu Tiongkok, bukan menyakitinya!!!" dan menambahkan: "Presiden Xi (Jinping) yang terhormat... tidak ingin negaranya mengalami Depresi."

Beijing, pada gilirannya, menuduh Washington bertindak tidak adil, dan Kementerian Perdagangan pada hari Minggu menyebut ancaman tersebut sebagai "contoh khas 'standar ganda'".

"Mengancam tarif tinggi di setiap kesempatan bukanlah pendekatan yang tepat untuk berinteraksi dengan Tiongkok," katanya dalam pernyataan daring.

Pengumuman itu muncul setelah perdamaian yang rapuh antara negara adikuasa ekonomi itu saat mereka berupaya mencapai kesepakatan perdagangan penuh setelah bom tarif Trump pada bulan April yang menyebabkan kedua belah pihak meningkatkan pungutan balasan ke tingkat yang sangat tinggi.

Pasar di seluruh Asia merosot tajam, Hong Kong merosot lebih dari dua persen dan Shanghai lebih dari satu persen. Sydney, Singapura, Seoul, Taipei, dan Manila juga terpuruk.

Meski begitu, komentar terbaru Trump memberikan sedikit dukungan, dengan harga saham berjangka AS melonjak lebih dari satu persen.

Emas, aset yang aman di masa gejolak dan ketidakpastian, melanjutkan kenaikannya, menyentuh rekor lainnya di $4.060.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Veda Ega Start  di Posisi K...
Daerah
Mahasiswa ITS Kembangkan Al...
Olahraga
Jojo Lolos ke Final Indones...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

06 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.