Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akademisi UGM: Inovasi Digital Kunci Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akademisi UGM: Inovasi Digital Kunci Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Doc: Antara
Ket. Buruh tani menanam padi di area sawah desa Majakerta, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Yogyakarta - Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) Bayu Dwi Apri Nugroho menyebut inovasi digital seperti teknologi citra satelit, big data, dan kecerdasan buatan (AI) menjadi solusi memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global.

"Hadirnya inovasi menjadi salah satu jawaban masyarakat dalam mengatasi kebutuhan data yang akurat, nyata, dan realtime. Memang semuanya sekarang sudah harus berdasarkan data yang termonitor atau tertangkap dengan citra," ujar Bayu dalam keterangannya di Yogyakarta, Minggu (12/10).

Menurut dia, pengembangan teknologi digital di bidang pertanian dapat membantu pemerintah memantau kondisi ketersediaan dan kebutuhan pangan secara lebih cepat dan akurat.

Bayu menilai luasnya wilayah Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam memperoleh informasi yang valid dan tepat waktu.

Karena itu, penerapan teknologi modern perlu difokuskan pada wilayah prioritas yang menjadi lumbung pangan nasional.

"Saya kira fokus penerapan teknologi ini dapat diawali melalui wilayah prioritas," ujarnya.

Bayu menyebutkan beberapa wilayah yang perlu dimonitor secara real time yakni Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP), seperti Papua Selatan, Papua, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, hingga kawasan barat seperti Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Dari sisi teknologi pertanian, kata dia, sistem modernisasi dapat membantu kinerja petani dan masyarakat dalam mengelola produksi pangan.

Namun, Bayu mengakui masih ada tantangan dalam pengembangannya, terutama pada aspek penyampaian informasi hasil sistem digital kepada petani.

"Karenanya yang perlu dikembangkan lagi adalah tata laksana penyampaian informasi yang dihasilkan oleh sistem ke target penerima," ujar dia.

Menurut dia, tingkat pendidikan dan kemampuan petani yang beragam menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam penerapan teknologi digital.

Cara dan alat penyampaian informasi, menurutnya, harus disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat pertanian agar hasil inovasi benar-benar dapat dimanfaatkan.

"Perlu dipikirkan bagaimana cara dan metodenya supaya tepat sasaran dan benar-benar membantu petani," kata dia lagi.

Di tengah tantangan pertanian seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan regenerasi petani yang masih rendah, ia menegaskan kebutuhan inovasi digital merupakan suatu keharusan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.