Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Tegaskan Komitmen Hilirisasi dan Transisi Energi Bersih

📅 Sabtu, 11 Okt 2025, 12:30 WIB | Oleh:
Indonesia Tegaskan Komitmen Hilirisasi dan Transisi Energi Bersih Doc: ANTARA
Ket. Menlu RI Sugiono memberikan sambutan pada "Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025" melalui video rekaman di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).

JAKARTA - Indonesia berkomitmen untuk memastikan mineral penting berkontribusi pada dekarbonisasi global sekaligus meningkatkan kesejahteraan nasional melalui kebijakan hilirisasi dan investasi berkelanjutan.

“Melalui kebijakan hilirisasi kami, pemerintah Indonesia menciptakan batu bara yang bernilai, membangun industri, mengembangkan keterampilan, dan mendorong inovasi yang memberdayakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan regional,” kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Jakarta, Sabtu (11/10).

Sugiono menyampaikan hal tersebut dalam video rekaman sambutan pembukaannya pada hari kedua “Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025” di Jakarta.

Menurut Sugiono, permintaan akan mineral memberikan peluang sekaligus tanggung jawab untuk mengelola sumber daya negara-negara berkembang secara bijaksana guna memastikan nilai yang adil dan mendorong keberlanjutan yang menguntungkan semua.

“Pertanyaannya bukanlah apakah kita bertindak, tetapi bagaimana kita bertindak, untuk memastikan bahwa transisi energi kita adil, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Karena itulah, lanjut Sugiono, Indonesia pun memulai sejumlah proyek strategis untuk mempercepat penerapan emisi nol bersih, yang ditargetkan dimulai pada 2026.

Salah satunya adalah pembangunan 80 ribu pembangkit listrik tenaga surya di seluruh desa yang akan menghasilkan hingga 100 gigawatt listrik berkelanjutan, ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia juga mengganti pembangkit listrik berbahan bakar fosil dengan energi gas alam dan tenaga air, serta memperluas penggunaan biofuel dan biogas untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.