Jakarta Siaga! BPBD Bersiap Hadapi Terjangan La Nina Akhir 2025
📅 Rabu, 08 Okt 2025, 20:15 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-BPBD DKI Jakarta
JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah untuk meminimalkan dampak dari potensi La Nina yang diperkirakan akan melanda Indonesia pada akhir 2025.
“Kami telah melakukan koordinasi lintas sektor untuk antisipasi La Nina,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, di Jakarta, Rabu.
Menurut Yohan, fenomena La Nina yang diprediksi terjadi pada akhir tahun depan perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan intensitas hujan yang bisa memicu banjir dan genangan di sejumlah wilayah ibu kota.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD DKI Jakarta telah melakukan koordinasi lintas sektor bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), serta TNI-Polri untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi peningkatan curah hujan akibat fenomena tersebut.
Selain itu, BPBD DKI bersama Dinas SDA juga memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) dan memastikan posko siaga bencana di setiap wilayah administrasi kota berfungsi optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pengecekan rutin terhadap pompa air, waduk, dan pintu air terus kami lakukan untuk memastikan semua infrastruktur dalam kondisi siap pakai,” ujarnya.
Yohan menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan mekanisme tanggap darurat di lapangan, termasuk pelatihan personel dan simulasi penanganan bencana bagi petugas di tingkat kelurahan.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan aktif memantau informasi cuaca dari BMKG maupun kanal resmi BPBD DKI Jakarta. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi, terutama di wilayah-wilayah rawan genangan dan banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mitigasi dini adalah kunci menghadapi potensi La Nina karena dampaknya bisa meluas ke aktivitas masyarakat, infrastruktur, hingga sektor ekonomi,” kata Yohan.
Ia menegaskan, kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat mengurangi risiko kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi.
“Apabila masyarakat menemukan atau mengalami keadaan darurat, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112 agar dapat ditangani secepatnya,” tutup Yohan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!